Ciliwung hingga PSEL, Bogor Buka Peluang Kolaborasi Lingkungan dengan Jakarta
3 mins read

Ciliwung hingga PSEL, Bogor Buka Peluang Kolaborasi Lingkungan dengan Jakarta

VakansiInfo, Jakarta – Kota Bogor dan Jakarta memiliki hubungan yang erat dalam persoalan lingkungan. Sungai Ciliwung yang mengalir dari Bogor menuju Jakarta, persoalan sampah, hingga pengendalian air menjadi isu yang membutuhkan penanganan lintas wilayah.

Hal tersebut dibahas saat Komisi D DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Bogor, Jumat (18/9/2026). Pertemuan diterima langsung Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi Sungai Ciliwung. Dedie mengatakan 13 kelurahan di Kota Bogor bersinggungan langsung dengan sungai tersebut.

Ketika Bendung Katulampa berada pada status Siaga 1, aliran air dari Bogor dapat mencapai Jakarta dalam waktu sekitar delapan hingga 12 jam.

Karena itu, Pemkot Bogor menjalankan program Ciliwung Bersih untuk mencegah sampah dari wilayah Bogor terbawa aliran sungai menuju Jakarta.

“Kita memastikan tidak ada timbulan sampah baru yang kemudian masuk ke Ciliwung karena kita ada program Ciliwung Bersih,” kata Dedie.

Kurangi Sampah di Ciliwung

Pemkot Bogor menyebut lebih dari 60 persen sampah di Sungai Ciliwung telah berkurang.

Baca Juga  Poltekkes Kemenkes Jakarta II Perkuat Kompetensi Kader Posyandu ILP untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Selain kebersihan sungai, pengendalian air dilakukan melalui normalisasi sejumlah situ yang berfungsi sebagai kawasan tangkapan air. Konsep tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang tampungan ketika debit air meningkat sehingga aliran tidak seluruhnya langsung menuju Jakarta.

Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan kawasan tangkapan air di Kedunghalang. Karena lahan yang dibutuhkan merupakan milik DJKA, Pemkot Bogor berharap rencana tersebut dapat dikerjakan bersama Pemprov DKI Jakarta.

Bogor Siapkan Kolaborasi Pengelolaan Sampah

Persoalan lain yang menjadi pembahasan adalah sampah. Kota Bogor menghasilkan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Pengelolaan dilakukan dari hulu melalui pemilahan sampah di sumber, TPS3R, dan bank sampah. Sementara di bagian hilir, Pemkot Bogor menerapkan sistem controlled landfill dan mulai membangun fasilitas PSEL.

PSEL Bogor Raya 1 di Galuga telah memasuki tahap pembangunan. Pemkot Bogor juga menyiapkan PSEL Bogor Raya 2 di Kayumanis sebagai bagian dari penguatan kapasitas pengelolaan sampah.

Dedie membuka peluang agar wilayah DKI Jakarta yang berada di sekitar Bogor dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Baca Juga  AQUVIVA Hadirkan Reverse Vending Machine Pertama di Bali, Dorong Aksi Daur Ulang Plastik

“Kami coba bantu wilayah sekitar, karena sampah ini tidak bisa ditanggulangi sendiri, perlu kolaborasi dan sinergi,” ujarnya.

DPRD DKI Akan Tindak Lanjuti

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyambut baik peluang kerja sama tersebut.

Ia menilai pengelolaan lingkungan membutuhkan langkah dari hulu hingga hilir. Jakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah sampah masuk ke sungai dan mengembangkan fasilitas pengolahan sampah.

Namun, menurut Yuke, masih ada persoalan yang membutuhkan pembenahan bersama.

“Gambaran tadi betul-betul itu yang kita hadapi bersama antara Bogor dan Jakarta,” ujarnya.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dua wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dalam persoalan sungai, sampah, dan pengendalian air. (Mur)

About The Author