Bukan Janji, AI Terbukti Dorong Efisiensi Bisnis hingga 90 Persen

Bukan Janji, AI Terbukti Dorong Efisiensi Bisnis hingga 90 Persen

VakansiInfo, Jakarta – Perbincangan seputar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia usaha Indonesia kini memasuki babak baru. Memasuki tahun 2026, AI tidak lagi dipandang sebagai inovasi eksperimental atau sekadar simbol kemajuan teknologi, melainkan telah menjadi fondasi kerja yang menuntut kedewasaan dalam penerapan serta pengelolaannya.

Secara global, tingkat adopsi AI terus mengalami peningkatan. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada tahap investasi, melainkan pada kematangan implementasi. Studi McKinsey mengungkapkan bahwa meskipun hampir seluruh perusahaan telah berinvestasi pada teknologi AI, hanya sekitar satu persen yang menilai inisiatif tersebut telah terintegrasi secara menyeluruh dalam operasional bisnis. Temuan ini menandai pergeseran peran AI dari fase eksplorasi menuju tahap eksekusi yang lebih terstruktur dan disiplin.

Sepanjang 2025, Exabytes mencatat adanya lonjakan minat pelaku usaha terhadap pemanfaatan AI, khususnya generative AI, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan. Seiring dengan meluasnya penggunaan AI, semakin terlihat bahwa nilai sesungguhnya dari teknologi ini sangat ditentukan oleh kesiapan sistem, proses kerja, serta sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Baca Juga  COLORFUL Luncurkan Kartu Grafis GeForce RTX 4060 Ti Dan RTX 4060 Series Yang Dipersenjatai Dengan DLSS3

Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam operasional internal Exabytes. Pada sejumlah fungsi, seperti customer insights dan quality control, implementasi AI terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 90 persen melalui proses kerja yang lebih cepat, konsisten, dan berbasis data. Sementara itu, di lini pemasaran, AI berperan sebagai pendukung pengembangan kreatif yang dapat memangkas waktu kerja hingga 75 persen, sekaligus mempercepat produksi konten tanpa mengurangi kualitas.

“AI kini menjadi elemen strategis dalam mentransformasi cara kerja perusahaan. Dengan penerapan yang terukur dan bertanggung jawab, AI memungkinkan tim kami fokus pada inisiatif bernilai tinggi, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan daya saing bisnis secara berkelanjutan,” ujar Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia.

Perubahan perspektif ini menjadikan 2026 sebagai momentum penting bagi dunia usaha untuk meninggalkan euforia teknologi dan memasuki fase implementasi yang lebih matang. AI tidak lagi diperlakukan sebagai tren semata, melainkan sebagai bagian integral dari arsitektur bisnis modern yang mendukung ketahanan serta pertumbuhan jangka panjang. (Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Indosiar dan Mentari TV Hadirkan “Ramadan Penuh Berkah” 2026, Perpaduan Dakwah, AI, dan Aksi Sosial

AKSI Masuk Tahun ke-14, Indosiar Luncurkan Program “Ramadan Penuh Berkah” 2026

Rayakan Imlek 2026 Lebih Meriah lewat “Fortune & Harmony Dinner” di Hotel Ciputra Jakarta

Rayakan Imlek 2026 Lebih Meriah lewat “Fortune & Harmony Dinner” di Hotel Ciputra Jakarta