YAI dan KAHMI Yogyakarta Gelar Bukber dan Diskusi Ramadhan, Bahas Peran Islam di Tengah Krisis Global
In

VakansiInfo, Jakarta – Yayasan Amal Insani (YAI) bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Yogyakarta kembali menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan diskusi Ramadhan edisi kedua pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 19 kantor Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Menara Muamalat, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Acara ini menghadirkan akademisi Zezen Zaenal Mutaqin sebagai penceramah sekaligus pemantik diskusi dengan tema “Islam dan Diplomasi Peradaban di Tengah Krisis Global: Refleksi KAHMI atas Konflik AS–Israel–Iran.”

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum Ramadhan dimanfaatkan para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.

Acara ini diprakarsai oleh panitia YAI yang diketuai Chamad Hojin dengan Oka Aditya sebagai sekretaris. Sementara itu, kepengurusan YAI saat ini dipimpin oleh Ibrahim Ambong sebagai Ketua dan Shalih Mangara Sitompul sebagai Sekretaris.

Sekretaris BPKH Ahmad Zaky bertindak sebagai tuan rumah kegiatan yang dilaksanakan di kantor BPKH tersebut.

Baca Juga  Nostalgia Perjuangan Alumni HMI Dalam Halal BI Halal Yayasan Amal Insani

Melalui kegiatan ini, YAI berharap para alumni HMI tidak bersikap apatis terhadap dinamika geopolitik global yang tengah mengalami guncangan, khususnya akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

Dalam ceramahnya, Zezen Zaenal Mutaqin menyoroti hikmah puasa di bulan Ramadhan serta keterkaitannya dengan situasi geopolitik dunia saat ini. Ia menilai bahwa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak dapat mengabaikan dinamika global yang terjadi.

Menurutnya, pengalaman Iran dapat menjadi bahan refleksi bagi bangsa Indonesia dalam membangun kemandirian dan kesiapan menghadapi tantangan global.

“Iran adalah bangsa yang telah berkali-kali dikenai embargo, namun mampu tetap berdiri kokoh. Tekanan tersebut justru membuat Iran mempersiapkan diri sebagai bangsa yang selalu siap menghadapi konflik serta mampu mengembangkan teknologi yang canggih,” ujarnya.

Selain kegiatan buka puasa bersama, YAI dan alumni HMI Yogyakarta juga berencana menggelar halal bihalal serta pemberian beasiswa bagi kader HMI. Program tersebut merupakan agenda rutin alumni HMI Yogyakarta yang telah berlangsung sejak 1990-an.

Baca Juga  Nostalgia Perjuangan Alumni HMI Dalam Halal BI Halal Yayasan Amal Insani

Kegiatan tersebut awalnya digagas oleh sejumlah tokoh alumni HMI Yogyakarta seperti Beddu Amang, Dawam Rahardjo, Djohan Effendi, Fuad Bawazier, Amidhan, dan Noer Basya Djunaid bersama sejumlah tokoh lainnya.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah senior HMI Yogyakarta dan Bulaksumur, di antaranya anggota DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, Komisaris Utama ASDP Indonesia Ferry Achmad Baidowi, Kusuma SP, mantan anggota BPK Baharudin Aritonang, serta mantan Duta Besar RI untuk Chili Ibrahim Ambong, dan mantan Sekjen OPEC Maizar Rahman.

Kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi, refleksi keislaman, sekaligus wadah diskusi strategis bagi alumni HMI dalam merespons berbagai tantangan global yang terus berkembang. (Ckr03/red)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts