
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Resmi Dibuka, Dorong Edukasi Satwa dan Lingkungan
VakansiInfo, Jakarta – Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara (JSN) 2026 resmi dibuka pada Senin (28/9/2026). Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, program ini tidak hanya menghadirkan kompetisi bagi siswa, tetapi juga mendorong pembelajaran mengenai satwa, lingkungan, dan keanekaragaman hayati agar dapat terus dilakukan di sekolah.
Pendaftaran berlangsung hingga 10 Oktober 2026 dan ditujukan bagi siswa kelas V–VI SD/MI. Sebanyak 36 sekolah akan dipilih untuk mengikuti rangkaian Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026.
Direktur Dyandra Promosindo Rumpoko Hadi mengatakan, keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini. Karena itu, sekolah tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan materi dan perangkat edukasi yang dapat digunakan kembali setelah rangkaian lomba selesai.
“Yang ingin kami bangun melalui Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara adalah pembelajaran yang terus berjalan. Setelah kompetisinya selesai, apa yang bisa dibawa pulang dan dilanjutkan oleh sekolah. Jadi, manfaatnya diharapkan meluas,” ujar Rumpoko dalam konferensi pers Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara di Jagat Satwa Nusantara TMII, Jakarta.
Menurutnya, materi tersebut dapat dimanfaatkan guru untuk berbagai kegiatan, seperti kuis antarkelas, diskusi mengenai keanekaragaman hayati, maupun aktivitas belajar bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Kami ingin semangat belajar tentang satwa dan konservasi tetap hidup setelah piala dibagikan,” lanjutnya.
Menggabungkan Kompetisi dan Kolaborasi
Staff Ahli Menteri Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan program tersebut.
Ia menilai Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara dapat menjadi sarana untuk mendekatkan anak-anak dengan ilmu pengetahuan sekaligus lingkungan di sekitar mereka.
“Cerdas Cermat ini juga sebuah pembelajaran yang menggembirakan. Anak-anak selain membutuhkan kolaborasi, dan kalau saya lihat cara lombanya ini ada kolaborasinya, bukan hanya kompetisi,” kata Maila.
Menurutnya, perpaduan antara kompetisi dan kolaborasi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran anak, termasuk dalam mendorong ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Bhumi Visatanda TMII, Ratri Paramita, mengatakan Taman Mini Indonesia Indah mendukung kegiatan yang dapat memperluas edukasi bagi anak-anak.
“Zaman dahulu, cerdas cermat adalah sesuatu yang sangat dinantikan sebagai sarana kompetisi juga edukasi. Oleh karena itu, penyelenggaraan Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 menjadi sesuatu inisiatif yang bagus,” ujarnya.
Pengalaman Peserta Tahun Sebelumnya
Dukungan terhadap program juga datang dari sekolah yang telah mengikuti penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Kepala Sekolah SD Global Islamic Labschool, Rizkia Natasa, mengatakan keikutsertaan pada Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2025 memberikan pengalaman baru bagi siswa, baik dari sisi pembelajaran maupun interaksi dengan peserta lain.
“Tahun lalu, kami di sekolah dan para siswa sangat senang. Apa yang mereka pelajari bisa tersalurkan di sini. Kompetisi itu bukan hanya ikut lomba, tapi mereka bisa belajar dengan orang-orang baru dan bertemu dengan orang-orang baru,” kata Rizkia.
Ia menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi hal penting bagi siswa, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.
“Anak-anak ikut kompetisi bukan untuk menang, tapi mereka membawa pengalamannya,” lanjutnya.
Materi Satwa, Biodiversitas hingga Kebudayaan
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara merupakan bagian dari pendekatan Zoo Skolastik yang dikembangkan Jagat Satwa Nusantara. Konsep tersebut menempatkan lembaga konservasi sebagai salah satu ruang pembelajaran yang terhubung dengan dunia pendidikan.
Dalam program ini, materi yang dipelajari siswa di kelas dikaitkan dengan kehidupan satwa, ekosistem, keanekaragaman hayati, serta upaya pelestarian lingkungan.
Materi kompetisi mencakup tiga bidang utama, yakni Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Biodiversitas dan Konservasi, serta Pengetahuan Umum dan Kebudayaan.
Pertanyaan disusun berdasarkan tingkat pemahaman peserta, mulai dari mengenali informasi hingga menghubungkan konsep dan menggunakan pengetahuan untuk memahami persoalan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Pada penyelenggaraan perdana 2025, sebanyak 21 sekolah melaju ke Grand Final. Pesertanya terdiri dari 18 sekolah dasar dan tiga sekolah menengah pertama.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu landasan bagi JSN untuk mengembangkan penyelenggaraan 2026 dengan sasaran peserta dan arah pembelajaran yang lebih terfokus.
Pendaftaran Dibuka hingga 10 Oktober
Untuk mengikuti Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026, sekolah perlu membuat video kesiapan peserta dan mengunggahnya melalui akun Instagram. Selanjutnya, sekolah mengisi formulir pendaftaran dengan menyertakan tautan video tersebut.
Video berdurasi maksimal 60 detik dan memuat pernyataan kesiapan mengikuti kompetisi, nama sekolah, serta alasan ingin berpartisipasi. Video harus dapat diakses oleh panitia.
Formulir pendaftaran tersedia melalui bit.ly/PendaftaranCerdasCermatJSN2026 atau melalui tautan pada bio Instagram @jagatsatwa.tmii.
Grand Final Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Teater Dunia Air Tawar, Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah.
Penyelenggaraan tahun ini didukung Frisian Flag, Bank Mandiri, dan BRI sebagai official supporters, serta Taman Mini Indonesia Indah, Kompas Gramedia, dan Dyandra Promosindo sebagai pendukung program.
Melalui Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026, JSN mendorong agar pembelajaran mengenai satwa, keanekaragaman hayati, dan konservasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan belajar di sekolah. (Mur)



