DNIKS Gerak Inklusif 2026 Dukung Rumah Cerebral Palsy, Perkuat Dukungan bagi Anak dan Keluarga
4 mins read

DNIKS Gerak Inklusif 2026 Dukung Rumah Cerebral Palsy, Perkuat Dukungan bagi Anak dan Keluarga

VakansiInfo, Tangerang – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mendukung peringatan World Cerebral Palsy Day 2026 yang digelar Rumah Cerebral Palsy (RCP) di Atrium Teras Kota Mall, Tangerang Selatan, Minggu (25/10/2026).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari program DNIKS Gerak Inklusif 2026 yang mendorong kesadaran masyarakat, memperkuat dukungan bagi keluarga, serta memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Mengusung semangat Unique and United, kegiatan ini menghadirkan anak-anak dengan Cerebral Palsy, orang tua, tenaga profesional, komunitas, dan mitra pendukung. Peringatan tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan Cerebral Palsy dan kebutuhan dukungan bagi anak maupun keluarganya.

Fatma Syaifullah Yusuf, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial Republik Indonesia, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa anak-anak dengan Cerebral Palsy memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan mengembangkan potensi.

“Anak-anak dengan cerebral palsy memiliki cara yang berbeda dalam bergerak, berkomunikasi, atau menjalani keseharian. Namun, mereka memiliki hak yang sama untuk dicintai, dilindungi, belajar, bermain, bermimpi, dan juga menentukan masa depannya,” ujar Fatma.

Ia menekankan bahwa dukungan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Anak dengan Cerebral Palsy dan keluarganya membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan dan rehabilitasi, pendidikan inklusif, lingkungan yang aksesibel, serta kesempatan berpartisipasi di masyarakat.

DNIKS Gerak Inklusif 2026 Mengusung Empat Pilar

Ketua Program DNIKS Gerak Inklusif 2026, RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.I.Kom., PhD.C, mengatakan dukungan terhadap Rumah Cerebral Palsy merupakan bagian dari upaya membangun gerakan inklusif yang berkelanjutan.

Baca Juga  Menpora Dito: Dukungan Orang Tua Jadi Fondasi Prestasi Pecatur Muda

Menurut Loretta, inklusi harus diwujudkan melalui kesempatan nyata agar penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan, mengembangkan kemampuan, berinteraksi, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

“Bagi DNIKS, inklusi bukan sekadar menghadirkan anak-anak penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan. Kita perlu memastikan bahwa mereka diterima, dihargai, mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya, dan memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh serta mengembangkan potensi. Keluarga juga harus menjadi bagian penting dari ekosistem dukungan tersebut,” ujarnya.

DNIKS Gerak Inklusif 2026 berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 dengan empat pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, budaya dan hiburan, serta perekonomian dan kewirausahaan.

Melalui bidang kesehatan, program ini mendorong perhatian terhadap kebutuhan layanan bagi penyandang disabilitas dan keluarga. Pada sektor pendidikan, fokusnya adalah memperluas akses pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Sementara itu, bidang budaya dan hiburan membuka ruang partisipasi dan ekspresi, sedangkan sektor ekonomi dan kewirausahaan mendorong kemandirian.

Loretta juga menekankan pentingnya melibatkan anak, orang tua, dan komunitas dalam perancangan program agar kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Rumah Cerebral Palsy Perkuat Dukungan Keluarga

Pendiri Rumah Cerebral Palsy, Iis R. Soelaeman, menyampaikan bahwa peringatan World Cerebral Palsy Day menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kondisi Cerebral Palsy kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan bagi keluarga.

“Tujuannya adalah membangun kesadaran masyarakat umum tentang keberadaan kami. Kami harus mengenalkan siapa itu cerebral palsy dan seperti apa kondisi anak-anaknya,” kata Iis.

Baca Juga  Kemenkes Dorong Rumah Sakit Ramah Disabilitas Lewat Pelaporan RS Online

Rumah Cerebral Palsy menjadi ruang bagi keluarga untuk berbagi pengalaman, mendapatkan informasi, belajar, dan saling menguatkan. Dalam kesehariannya, keluarga menghadapi kebutuhan yang beragam, mulai dari terapi dan alat bantu hingga pendampingan serta dukungan kesejahteraan.

Kebutuhan tersebut dapat menjadi tantangan bagi keluarga, khususnya ketika keterbatasan finansial dan akses layanan membuat perawatan berkelanjutan sulit dipenuhi.

Karena itu, kolaborasi dengan organisasi sosial dan mitra pendukung diharapkan tidak hanya membantu penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga memperluas akses informasi dan dukungan jangka panjang.

Kolaborasi untuk Lingkungan yang Lebih Inklusif

DNIKS mengapresiasi kerja sama dengan Rumah Cerebral Palsy dan Lions Club Jakarta Cosmopolitan dalam memperluas kepedulian dan partisipasi masyarakat.

Kolaborasi lintas organisasi dinilai penting karena dukungan bagi penyandang disabilitas membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas, tenaga profesional, lembaga pendidikan, organisasi sosial, keluarga, dan sektor swasta.

Melalui DNIKS Gerak Inklusif 2026, DNIKS berharap semangat World Cerebral Palsy Day tidak berhenti pada satu hari peringatan. Dukungan yang berkelanjutan diperlukan agar anak dengan Cerebral Palsy dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan, mengembangkan potensi, dan menikmati kesempatan yang setara.

Program ini membawa pesan Menghormati, Melindungi, dan Memberdayakan, dengan keyakinan bahwa setiap anak berhak bahagia dan menjadi bagian dari masyarakat yang inklusif. (Eff)

MURSYID