You are currently viewing Foto-foto First Look Budi Pekerti Perlihatkan Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, dan Dwi Sasono

Vakansiinfo, Jakarta – Setelah melewati proses syuting dan pasca produksi sejak akhir tahun lalu. Film Budi Pekerti merilis foto-foto perdana (first look) yang memperlihatkan empat karakter utamanya dalam berbagai adegan dan latar. Para karakter utama Budi Pekerti ini di perankan oleh Sha Ine Febriyanti (Bumi Manusia, Nay), Angga Yunanda (Mencuri Raden Saleh, Mariposa), Prilly Latuconsina (Kukira Kau Rumah, Ketika Berhenti di Sini), dan Dwi Sasono (Jailangkung: Sandekala, Pretty Boys). Duduk di kursi sutradara sekaligus penulis skenario adalah Wregas Bhanuteja, sineas yang sebelumnya membuat Penyalin Cahaya-film pemenang 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

Sha Ine Febriyanti (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)
Sha Ine Febriyanti (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)

Melalui foto-foto first look yang di unggah pertama kali dalam akun Instagram @filmbudipekerti ini. Di jelaskan bahwa keempat karakter utama tersebut merupakan anggota dari sebuah keluarga yang akrab, tapi sebenarnya menyimpan kecemasan. Dari unggahan foto-foto first look tersebut, di sebutkan pula bahwa film Budi Pekerti akan segera tayang pada tahun 2023 ini.

Angga Yunanda (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)
Angga Yunanda (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)

Film Budi Pekerti sendiri di produksi oleh Rekata Studio dan Kaninga Pictures. Film ini lahir dari kolaborasi para produsernya, yakni Adi Ekatama, Willawati, Ridla An-Nuur, dan Nurita Anandia. Selain Rekata Studio dan Kaninga Pictures, produksi film Budi Pekerti juga di dukung oleh KG Media, Masih Belajar Project, Hwallywood Academy of Media & Arts Singapore, dan Momo Film.

Baca Juga  Venice International Film Festival Hadir Pertama Kalinya di Italian Film Festival 2024 Indonesia!
Foto-foto First Look Budi Pekerti Perlihatkan Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, dan Dwi Sasono
Prilly Latuconsina (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)

KG Media adalah grup usaha media di bawah naungan Kompas Gramedia yang meliputi media cetak, TV, radio dan digital/online. Masih Belajar Project merupakan organisasi yang menggelorakan semangat pembelajar seumur hidup lewat penulisan buku, mentoring, beasiswa, dan medium kreatif lainnya. Adapun Momo Film adalah perusahaan film dan TV asal Singapura yang fokus memproduksi cerita-cerita drama autentik dari Asia dengan kualitas tinggi untuk audiens dunia.

Foto-foto First Look Budi Pekerti Perlihatkan Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, dan Dwi Sasono
Dwi Sasono (foto: Rekata Studio & Kaninga Pictures)

Secara berkala, film Budi Pekerti bakal terus merilis informasi-informasi baru yang menarik tentang jajaran aktor-aktris dan karakter-karakternya. Sinopsis, dan hal lainnya melalui akun media sosial Budi Pekerti di Instagram, TikTok, dan Twitter.

Tentang Rekata Studio

Rekata Studio merupakan anak perusahaan Kompas Gramedia Group. Yang bertugas untuk mengembangkan konten-konten Intellectual Property (IP) milik Kompas Gramedia Group. Salah satunya adalah film pendek pemenang Piala Citra FFI 2021, “Tak Ada yang Gila di Kota Ini”. Yang di adaptasi dari cerpen Eka Kurniawan dalam buku Cinta Tak Ada Mati terbitan Gramedia Pustaka Utama. Rekata juga memproduksi “Penyalin Cahaya” yang world premiere di Busan International Film Festival dan berjaya di Piala Citra FFI 2021. Film “Penyalin Cahaya” di tayangkan perdana oleh Netflix ke seluruh dunia dan berhasil masuk dalam daftar Netflix’s Global Top 10 selama tiga minggu berturut-turut sejak di rilis pada 13 Januari 2022.

Baca Juga  Tahun Ketiga Jakarta Film Week Di buka Dengan Film Budi Pekerti Dan Memutarkan 103 Film dari 44 Negara

Tentang Kaninga Pictures

Kaninga Pictures adalah perusahaan film berbasis di Jakarta yang di bentuk tahun 2015. Dengan lini bisnis di bidang pendanaan film, produksi, serta pemasaran dan distribusi. Kaninga Pictures mengutamakan kisah-kisah menarik yang di ceritakan secara unik di berbagai genre. Seperti “Bid’ah Cinta”, “Night Bus”, “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak”, “Laut”, “The East”, “Seperti Dendam Rindu Harus Di bayar Tuntas”, “The East”, hingga “Penyalin Cahaya”.

(Eff)