2.200 Peserta Ikuti Fun Walk Yastroki, Kampanyekan Pencegahan Stroke di Jakarta
4 mins read

2.200 Peserta Ikuti Fun Walk Yastroki, Kampanyekan Pencegahan Stroke di Jakarta

VakansiInfo, Jakarta – Sekitar 2.200 orang mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) bersama Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperingati World Stroke Day 2026. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Selain mengajak masyarakat berolahraga, kegiatan ini menjadi sarana edukasi mengenai pencegahan stroke, pengenalan gejala, penanganan cepat, hingga pemulihan bagi penyintas.

World Stroke Day diperingati setiap 29 Oktober. Melalui Fun Walk yang digelar beberapa hari setelah peringatan tersebut, Yastroki ingin mengajak masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali risiko stroke sejak dini.

Ketua Pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah membangun kesadaran masyarakat agar lebih tanggap ketika menghadapi stroke.

“Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat agar lebih tanggap terhadap stroke. Mulai dari pencegahan, mengenali gejalanya, segera membawa pasien ke rumah sakit ketika terjadi serangan, hingga memastikan penyintas mendapatkan pemulihan dengan standar pelayanan yang baik agar dapat kembali beraktivitas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Jumlah peserta melampaui target

Panitia awalnya menargetkan sekitar 1.000 peserta. Namun, tingginya minat masyarakat membuat jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 2.200 orang.

Kegiatan ini juga diikuti sekitar 65 penyintas stroke dari berbagai wilayah di Jakarta. Keterlibatan mereka menjadi pengingat bahwa perjalanan pemulihan membutuhkan dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan generasi muda. Edukasi mengenai stroke sejak dini dinilai penting karena kondisi tersebut juga dapat menyerang kelompok usia produktif.

CERDIK untuk membangun kebiasaan sehat

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa aktivitas fisik rutin merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mengendalikan faktor risiko stroke.

Sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi garam berlebihan.

Masyarakat juga diimbau menerapkan pola makan bergizi seimbang serta membatasi gula, garam, dan lemak.

Yastroki turut mengajak masyarakat menerapkan prinsip CERDIK dari Kementerian Kesehatan, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan faktor risiko stroke dan penyakit tidak menular lainnya.

Yastroki siapkan relawan Stroke Helper Indonesia

Tidak hanya melalui kegiatan olahraga, Yastroki juga menyiapkan program pelatihan Stroke Helper Indonesia. Program ini dirancang untuk membentuk relawan yang mampu mengenali gejala stroke dan mengetahui langkah awal untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI Purn. dr. Tugas Ratmono, Sp.N., FNRE., MARS., MH., mengatakan relawan diharapkan dapat membantu mempercepat respons ketika menemukan seseorang mengalami serangan stroke.

Baca Juga  Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

“Ke depan, Yayasan Stroke Indonesia telah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi stroke. Salah satunya melalui pelatihan khusus bernama Stroke Helper Indonesia. Program ini bertujuan membentuk relawan yang mampu mengenali gejala stroke secara cepat, kemudian segera menghubungi ambulans atau membawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis dalam periode emas (Golden Periode),” ujarnya.

Program tersebut sejalan dengan kampanye Act FAST, Time Is Now, yang mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda-tanda stroke dan segera mencari pertolongan medis.

Seminar kesehatan lanjutkan rangkaian edukasi

Rangkaian World Stroke Day 2026 juga dilanjutkan melalui seminar dan webinar kesehatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan untuk membahas pencegahan, penanganan, rehabilitasi, dan pemulihan stroke.

Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI Purn. dr. Tugas Ratmono; Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi; serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Drg. Ani Ruspitawati.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Yastroki membawa pesan “Cegah, Tanggap, Pulih”. Masyarakat diajak membangun kebiasaan hidup sehat, mengenali gejala stroke, dan segera mencari bantuan medis ketika terjadi serangan. (Eff)

MURSYID