You are currently viewing Hilirisasi Sampah Plastik Menjadi Industri Turunan dikunjungi oleh Kementerian BUMN

Vakansiinfo – Pemuda TPA Bantar Gebang Kota Bekasi yang bernama Imam Pesuwaryantoro atau akrab di sapa Imam Pesu. Menyampaikan Gagasan Hilirisasi Sampah menjadi Industri bukan hanya sekedar Omon-omon. Saat ini terdapat setidaknya 2 Entitas Clean Tech Company yang telah menerapkan Ekonomi Sirkular. Antara lain PT Inocycle Technology Group, Tbk (INOV) dan PT Plasticpay Teknologi Daurulang (Plasticpay).

Pada momen yang berbahagia, Kementerian BUMN melalui Holding BUMN Karya PT Brantas Abipraya (Persero). Berkunjung ke Recycle Facility terbesar di Indonesia milik Hilon Group (Inocycle – Plasticpay). Menjajaki peluang kerjasama strategis Program Dekarbonisasi dan ESG. Yang menjadi prioritas Departemen TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Kementerian BUMN RI kepada Plasticpay.

Di sisi lain, Penjualan PT Inocycle Technology Group (INOV), sepanjang 2020 tercatat Rp518,7 miliar. Naik 4,8 persen dari periode sama 2019 di kisaran Rp494,7 miliar. Lompatan penjualan menyusul lonjakan kebutuhan konsumen atas peralatan rumah tangga (homeware) dan produk bukan tenunan (non-woven) di masa pandemi Covid-19. Penjualan produk homeware tercatat naik 99,1 persen, dan produk non-woven tercatat naik 16,2 persen.

Sepanjang 2020, Inocycle berupaya terus mendukung ekosistem ekonomi sirkular dalam mewujudkan pengelolaan sampah plastik berkelanjutan menjadi produk bermanfaat. Salah satunya melalui anak usaha yaitu PT Plasticpay Teknologi Daurulang. Sebuah gerakan sosial berbasis platform digital dengan aplikasi bernama PlasticPay. Selain itu, INOV melalui PlasticPay, sepanjang tahun ini sudah memasang 155 collection point, 79 dropbox, dan 76 RVM (reverse vending machine). Dengan penambahan ini, PlasticPay memiliki 957 collection point, 814 dropbox, dan 143 RVM di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Program Barudak Situ Gede "Belajar Kampanye Lingkungan"

Di sisi lain, Imam Pesuwaryantoro sebagai Delegasi Indonesia pada ajang COP-28 UAE Dubai 2023 lalu. Imam menyampaikan konsep dan gagasan tentang Hilirisasi Sampah menjadi Industri. Poin Utama yang di ungkapkan oleh Imam Pesuwaryantoro selaku Pemuda Kota Bekasi ini. Adalah mendorong Law Enforcement pada UU no.18 Tahun 2008 Tentang Persampahan. Agar bisa di revisi oleh Parlemen DPR-RI, berupa skema insentif. Yang di berikan langsung kepada masyarakat seperti Pengurangan Beban Biaya Pajak dan tidak di pungutnya biaya Retribusi Sampah. Bilamana tiap individu, masyarakat, dan korporasi telah melakukan Pemilahan Sampah dan Aksi berupa Program Ekonomi Sirkular di dalamnya.

Hilirisasi Sampah Botol Plastik yang sudah di buktikan oleh Inocycle dan Plasticpay. Mencatatkan output dari pengelolaan sampah botol plastik menjadi bahan baku (raw material) berupa kain felt, fur, dacron, padding, geotextiles hingga bahan baku ramah lingkungan lainnya guna mendukung penciptaan daya saing produk UMKM Go Export berbasis ramah lingkungan yang berdaya saing global melalui lisensi dan sertifikasi produk berupa Global Recycle Standards (GRS) dan Ocean Bound Plastics.

Selain itu, INOV melalui PlasticPay, sedang meningkatkan kesadaran dan membangun kebiasaan mendaur ulang di masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan komitmen mereka, Inocycle terus melakukan riset untuk menentukan daerah-daerah paling efektif di Indonesia, untuk pembukaan pusat pengumpulan dan pengolahan sampah plastik. Titik-titik daur ulang yang tersebar di seluruh Indonesia ini selain untuk meningkatkan kapasitas penyerapan sampah, sekaligus mengurangi risiko sampah mencapai tempat pembuangan akhir (TPA). Pembangunan pusat daur ulang INOV juga akan membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan sumber pendapatan berkelanjutan bagi pekerja sektor informal, sembari mengurangi berbagai efek negatif dari sampah yang mencapai TPA, seperti kontaminasi sampah, pekerja di bawah umur, dan lainnya.

Baca Juga  Pelindo Berkolaborasi Bersama Plasticpay Wujudkan Sirkular Ekonomi Pada Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Maka dari itu, Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional tentang Pengelolaan Sampah, Indonesia wajib berkomitmen untuk mengurangi timbunan sampah plastik sebesar 30% pada 2030. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, pada tahun 2023 pengurangan sampah sudah mencapai 16.5% atau 2,3 juta ton/tahun.

(Eff)