ICAD 16 Hadir di Jakarta, Padukan Seni, Desain, dan Kolaborasi Kreatif
2 mins read

ICAD 16 Hadir di Jakarta, Padukan Seni, Desain, dan Kolaborasi Kreatif

VakansiInfo, Jakarta – Pameran Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) 16 kembali hadir di Jakarta dengan mempertemukan seniman, desainer, dan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai generasi. Mengusung tema Being: Becoming, acara ini berlangsung pada 8 Oktober hingga 8 November 2026 di grandkemang Hotel.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri pembukaan ICAD 16 pada Rabu (7/10/2026). Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan para pelaku kreatif sekaligus memperluas jangkauan karya Indonesia.

Tema Being: Becoming mengangkat proses manusia dalam memahami keberadaan, nilai, dan perjalanan untuk terus berkembang melalui seni dan desain.

Menurut Irene, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga bagaimana gagasan dan pesan di dalamnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan kewirausahaan dan perencanaan keuangan agar karya kreatif memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kreativitas perlu didukung dengan entrepreneurship dan kemampuan perencanaan finansial,” ujar Irene.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009, ICAD menjadi platform yang mempertemukan beragam ekspresi seni dan desain kontemporer. Pada penyelenggaraan ke-16, acara ini menghadirkan karya seniman senior, kreator muda, kolektif, dan komunitas dari bidang seni, desain, musik, budaya, serta eksplorasi material baru.

Baca Juga  Kementerian Ekraf Dorong Transformasi Musik Nasional Lewat Kolaborasi dengan Gig Life Pro

Pengunjung juga dapat mengikuti beragam program publik, mulai dari talkshow, kuliah publik, aktivitas interaktif, hingga lokakarya seni.

ICAD 16 turut menghadirkan program ICAD Student Tour yang melibatkan 22 institusi pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga universitas. Program ini memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengenal karya secara langsung serta berinteraksi dengan kurator dan seniman.

Irene berharap ruang temu seperti ICAD dapat memperkuat hubungan antarpelaku kreatif lintas subsektor dan generasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi karya Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

ICAD 16 menjadi salah satu agenda yang dapat dikunjungi pencinta seni, desain, dan masyarakat yang ingin mengenal perkembangan kreativitas kontemporer di Indonesia. (Fai)

About The Author