IoT dan AI Bantu Petambak Lamongan Hemat Pakan hingga 20 Persen
2 mins read

IoT dan AI Bantu Petambak Lamongan Hemat Pakan hingga 20 Persen

VakansiInfo, Lamongan – Teknologi digital mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan kerapu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Melalui penerapan Internet of Things (IoT), petambak dapat memantau kualitas air tambak secara langsung melalui aplikasi, mulai dari kadar oksigen, pH, hingga salinitas.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemanfaatan teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan agenda swasembada pangan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) perlu dimanfaatkan secara langsung oleh petani dan petambak untuk meningkatkan produktivitas.

Hal itu disampaikan Meutya dalam kegiatan Teknologi Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Kabupaten Lamongan, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, penerapan teknologi di sektor perikanan dilakukan melalui kolaborasi dengan startup dan inovator lokal yang mengembangkan perangkat serta aplikasi untuk membantu pengelolaan tambak.

Produktivitas Budidaya Meningkat

Penerapan IoT pada tambak ikan kerapu di Lamongan telah berlangsung sekitar lima bulan. Berdasarkan data yang disampaikan Kemkomdigi, teknologi tersebut mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen.

Baca Juga  Garuda Spark Innovation Hub Resmi Hadir di Bandung: Wadah Kreativitas Digital Generasi Muda

Selain penghematan pakan, tingkat kelangsungan hidup ikan atau survival rate meningkat sebesar 16 persen. Produktivitas budidaya juga tercatat mengalami peningkatan lebih dari 24 persen.

Teknologi IoT membantu petambak memantau kondisi air yang berpengaruh terhadap lingkungan hidup ikan. Informasi yang diperoleh melalui aplikasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan tambak.

Meutya mengatakan pengembangan teknologi akan terus dilakukan, termasuk melalui integrasi IoT dengan AI agar lebih banyak indikator budidaya dapat dipantau.

“Dengan artificial intelligence digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.

Petambak Mendapat Edukasi dan Pendampingan

Tidak hanya menghadirkan perangkat, Kemkomdigi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar petambak dapat menggunakan teknologi digital secara optimal.

Program ini melibatkan startup lokal untuk membangun ekosistem inovasi digital sekaligus memperluas penerapan teknologi di sektor perikanan.

Meutya menegaskan, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu petani dan petambak meningkatkan hasil produksi serta memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia.

Baca Juga  Indonesia Sukses Dominasi ASEAN Digital Awards 2025, Raih 9 Penghargaan

Penerapan IoT dan pengembangan AI di Lamongan menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan produksi pangan di daerah. (Mur)

MURSYID