Banjir Bandang Rumpin! Jembatan Gobang Ambruk, 2 Rumah Hanyut
1 min read

Banjir Bandang Rumpin! Jembatan Gobang Ambruk, 2 Rumah Hanyut

VakansiInfo, Bogor – Bencana banjir kembali melanda wilayah Bogor. Kali ini, luapan arus Kali Citempuan menyebabkan Jembatan Gobang di Rumpin ambruk dan menyeret rumah warga. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang.

Banjir yang dipicu meluapnya Kali Citempuan—anak dari Sungai Cisadane—mengakibatkan Jembatan Gobang yang menghubungkan Kampung Gobang dan Kampung Tarisi, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, ambruk pada Kamis (16/04/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Jembatan yang diketahui baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu itu kini tidak bisa dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, warga terpaksa kembali menggunakan jembatan gantung (rawayan) sebagai akses alternatif.

“Akibat ambruknya jembatan, seluruh aktivitas warga yang melintas terganggu. Untuk sementara, warga menggunakan jembatan gantung di sekitar lokasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyebab ambruknya jembatan diduga karena struktur tiang yang sudah tergerus arus sejak beberapa hari sebelumnya, ditambah hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga  Ketua Bhayangkari Jabar Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor dan Banjir Bandang di Pasirlangu KBB

Tak hanya merusak infrastruktur, banjir juga berdampak pada permukiman warga. Tercatat satu rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan beberapa lainnya terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Bahkan, dua rumah dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Meski kerugian material cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi. Warga di sekitar aliran sungai diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. (Mur)

About The Author