Kemendukbangga: Kedekatan Orang Tua dan Anak Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
2 mins read

Kemendukbangga: Kedekatan Orang Tua dan Anak Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital

VakansiInfo, Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan dan komunikasi. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi keluarga, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang remaja di era digital.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Isyana Bagoes Oka, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda yang akan menjadi penentu keberhasilan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam webinar bertajuk Strategi Taktis Orang Tua Mendampingi Remaja di Era Digital, Selasa (23/6/2026), Isyana menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi dengan jumlah remaja dan pemuda yang sangat besar.

“Sekitar 24,93 persen penduduk Indonesia merupakan remaja dan pemuda usia 13 hingga 28 tahun yang akan menjadi penentu keberhasilan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Isyana, bonus demografi tersebut dapat menjadi kekuatan besar apabila dikelola dengan baik. Sebaliknya, tanpa pendampingan yang tepat, kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial di masa depan.

Baca Juga  Sekolah Siaga Kependudukan Diperkuat, BKKBN Siapkan Remaja Hadapi Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Ia menjelaskan bahwa teknologi digital memang membuka akses informasi tanpa batas. Remaja dapat belajar, berinteraksi, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai kebutuhan. Namun, ruang digital juga menyimpan berbagai risiko seperti kecanduan gim daring, perundungan siber (cyber bullying), paparan judi online, hingga konten pornografi.

Isyana menilai tantangan pengasuhan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu orang tua dapat mengenali lingkungan pergaulan anak secara langsung, kini interaksi anak berlangsung di ruang digital yang sulit dipantau secara menyeluruh.

Ia juga menyoroti meningkatnya kecemasan dan rasa kesepian pada remaja akibat berkurangnya interaksi sosial di dunia nyata. Kondisi tersebut sejalan dengan temuan yang diungkap dalam buku The Anxious Generation karya Jonathan Haidt.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Isyana menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya menjadi pengawas penggunaan gawai, tetapi juga harus menjadi sahabat yang mampu mendengar dan memahami anak.

“Kedekatan emosional di rumah merupakan hal utama agar anak mampu bersikap bijak di ruang digital. Ketika hubungan orang tua dan anak kuat, pengawasan dapat dilakukan melalui komunikasi, kepercayaan, dan pendampingan,” jelasnya.

Baca Juga  Pentingnya Kesehatan Mental Anak, Dimulai dari Kebiasaan Sederhana di Rumah

Ia juga menegaskan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kehadiran ayah secara emosional dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan mental anak di era digital.

Menurut Isyana, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari berbagai dampak negatif dunia digital. Dengan komunikasi yang hangat dan hubungan yang erat, remaja diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi sekaligus memiliki karakter kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Mur)

About The Author