
Kemenekraf Gelar Workshop AI di Bogor, Buka Peluang Baru bagi Bisnis Kreatif
VakansiInfo, Bogor – Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, mulai dari mencari ide produk hingga memahami kebutuhan konsumen. Untuk memperluas pemanfaatannya, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Creative Technology Future Talents Workshop bertema “AI for Business Development” di Kota Bogor, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira ini membekali talenta muda dan pelaku ekonomi kreatif dengan keterampilan praktis menggunakan AI untuk mendukung pekerjaan dan pengembangan usaha.
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, menganalisis pasar, memahami konsumen, hingga mengeksplorasi model bisnis baru.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai kemampuan berpikir kritis, pemeriksaan informasi, dan pemahaman etika.
“Bagi teman-teman yang sudah cukup familiar dengan AI, tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar bagaimana menggunakan AI, tetapi bagaimana menggunakannya secara lebih strategis untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Dandy.
Peserta mendapatkan materi mengenai tren AI, penyusunan prompt efektif, eksplorasi ide bisnis, riset target pasar, analisis Business Model Canvas (BMC), serta etika dan keamanan data.
Kenali Pemanfaatan AI dari Dua Startup
Workshop ini menghadirkan Terang AI dan Kayu Rambat Labs untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi dalam menjawab kebutuhan nyata.
Co-Founder sekaligus CEO Terang AI, Muhamad Fahriza Novriansyah, memaparkan penggunaan AI dalam pembelajaran personal, termasuk untuk membantu persiapan ujian dan wawancara.
Terang AI juga meraih Excellence Award dalam BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dan menjalankan inisiatif pembelajaran bagi pelajar serta pencari beasiswa di wilayah 3T.
Fahriza berharap pelatihan AI dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha. Ia juga menilai kegiatan daerah seperti Hari Jadi Bogor dan Festival Merah Putih berpotensi membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Rifyal Rachmat dari Kayu Rambat Labs memperkenalkan NusaPersona, platform riset pasar berbasis Agentic AI untuk membantu pelaku usaha memahami respons konsumen.
Teknologi ini dapat mendukung simulasi respons pasar, pengujian asumsi bisnis, analisis lokasi dan harga, serta validasi produk sebelum investasi dilakukan. Kayu Rambat Labs merupakan peraih juara II kategori Profesional dalam Bank Indonesia PIDI 2026 Hackathon.
AI Perlu Digunakan Secara Bertanggung Jawab
Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan workshop ini sebagai bagian dari Aktivasi Creative Hub, program yang dirancang untuk menjadikan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi.
Dandy berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menghasilkan gagasan yang bisa dikembangkan menjadi karya atau peluang usaha.
Melalui pelatihan ini, talenta muda Bogor diharapkan tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara strategis, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan dapat mendukung perkembangan bisnis kreatif sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal. (Eff)



