Kemenekraf dan Pemkab Bungo Perkuat Sinergi Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, Dorong Local Hero Naik Kelas
3 mins read

Kemenekraf dan Pemkab Bungo Perkuat Sinergi Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, Dorong Local Hero Naik Kelas

VakansiInfo, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo memperkuat sinergi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang berdaya saing sekaligus mendorong Kabupaten Bungo menjadi bagian dari Kabupaten Kreatif Indonesia.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi antara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dan Bupati Bungo Dedy Putra di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi pengembangan subsektor unggulan, peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, hingga pendampingan menuju terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi ekonomi kreatif yang berbeda sehingga memerlukan strategi pengembangan yang sesuai.

“Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda. Tugas kami adalah membantu pemerintah daerah memetakan potensi tersebut agar berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  IdeaFest 2026 Angkat Tema “ReHumanize”, Soroti Peran Manusia di Era AI

Dorong Local Hero dari Daerah

Pada kesempatan tersebut, Kemenekraf juga memperkenalkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai acuan pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Selain itu, sejumlah program strategis turut diperkenalkan, seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Menurut Teuku Riefky, salah satu fokus pemerintah adalah melahirkan lebih banyak local hero yang mampu berkembang dari tingkat daerah menuju pasar nasional.

“Kami ingin mendorong lahirnya local hero dari setiap daerah. Pelaku ekonomi kreatif yang telah berkembang perlu dipercepat melalui kurasi, peningkatan kapasitas, akses pasar, hingga pembiayaan agar mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi kreatif di daerahnya,” jelasnya.

Potensi Ekraf Kabupaten Bungo

Audiensi juga membahas sejumlah peluang kolaborasi konkret di Kabupaten Bungo, mulai dari penguatan ruang kreatif berbasis komunitas, kurasi produk lokal, hingga hilirisasi kekayaan intelektual daerah menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tambah.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai subsektor seperti komik, film, animasi, hingga konten digital yang mengangkat sejarah serta cerita rakyat lokal.

Baca Juga  Kecerdasan Buatan Pada Sektor Ekonomi Kreatif, Mematikan atau Menguntungkan?

Bupati Bungo, Dedy Putra, menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi besar pada berbagai subsektor ekonomi kreatif, di antaranya kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, film, dan konten digital.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bungo.

“Kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bungo melalui pelatihan, penguatan ekosistem, fasilitasi hak kekayaan intelektual, promosi, serta berbagai program yang mampu meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah,” kata Dedy Putra.

Melalui kolaborasi ini, Kemenekraf dan Pemkab Bungo berharap dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. (Fai)

About The Author