Pembengkakan Tak Kunjung Hilang? Kenali Limfedema dan Faktor Risikonya
2 mins read

Pembengkakan Tak Kunjung Hilang? Kenali Limfedema dan Faktor Risikonya

VakansiInfo, Bogor – Pembengkakan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu terkadang dianggap sebagai keluhan biasa. Namun, jika pembengkakan tidak kunjung berkurang atau justru semakin besar, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah limfedema, yaitu pembengkakan akibat terganggunya sistem getah bening sehingga cairan limfe menumpuk di jaringan tubuh.

Kondisi ini dapat bersifat kronis dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Pada pasien kanker, limfedema juga dapat menjadi salah satu komplikasi setelah pengangkatan kelenjar getah bening atau terapi radiasi.

Bisa Muncul Setelah Pengobatan Kanker

Spesialis onkologi dari SWICC, RS Sentra Medika Cibinong, dr. I Wayan Wisnu Brata, Sp.B., Subsp.Onk(K), mengatakan limfedema kerap dijumpai setelah tindakan onkologi.

Yang perlu diperhatikan, limfedema tidak selalu muncul langsung setelah pengobatan. Pembengkakan dapat terjadi beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah tindakan yang memengaruhi sistem limfatik.

Karena itu, pasien dengan riwayat kanker yang pernah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening atau radioterapi perlu memperhatikan perubahan pada anggota tubuh.

Baca Juga  Khasiat Air Rebusan Jahe, Sereh plus Gula Merah

Kenali Tanda-tandanya

Beberapa gejala limfedema yang dapat muncul antara lain:

  • Lengan atau tungkai mengalami pembengkakan.
  • Anggota tubuh terasa berat atau kaku.
  • Kulit terasa kencang.
  • Jam tangan, perhiasan, atau pakaian terasa lebih sempit.
  • Pergerakan anggota tubuh menjadi terbatas.

Gejalanya dapat berkembang secara perlahan sehingga terkadang tidak langsung disadari.

Siapa yang Berisiko?

Selain pasien kanker, beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko limfedema, termasuk kelainan bawaan sistem limfatik, obesitas, infeksi berulang, serta cedera atau trauma pada sistem limfatik.

Riwayat operasi dan terapi radiasi yang melibatkan kelenjar getah bening juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Jangan Abaikan Pembengkakan yang Menetap

Limfedema membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Jika tidak ditangani, pembengkakan dapat semakin berat dan berisiko menyebabkan penebalan kulit, infeksi kulit berulang, hingga mengganggu aktivitas.

Untuk mendukung penanganan kondisi tersebut, Sentra Medika Hospital Cibinong melalui SWICC menghadirkan Limfedema Center.

Layanannya meliputi deteksi dini, evaluasi, terapi, edukasi, dan pendampingan pasien yang didukung tim dokter Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi.

Baca Juga  Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center Hadirkan Pusat Layanan Kanker Terpadu Multidisiplin di Bogor

Jika mengalami pembengkakan yang menetap atau memiliki faktor risiko, jangan menunda konsultasi dengan dokter. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab pembengkakan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. (Eff)

About The Author