Dari Kampus ke Dunia Nyata: Sinergi P&G Health dan Akademisi Perkuat Peran Apoteker
2 mins read

Dari Kampus ke Dunia Nyata: Sinergi P&G Health dan Akademisi Perkuat Peran Apoteker

👁️ 0 views

VakansiInfo, Jakarta – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, P&G Health Indonesia menghadirkan kolaborasi strategis bersama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran untuk memperkuat kesiapan generasi apoteker di Indonesia.

Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Tujuannya sederhana namun penting: memastikan para calon apoteker tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi realitas pelayanan kesehatan sehari-hari.

Melalui program ini, mahasiswa dan alumni Program Studi Profesi Apoteker dibekali pemahaman lebih dalam terkait penyakit yang sering ditemui di masyarakat, seperti anemia, rhinitis akut, dan neuropati perifer. Selain itu, mereka juga didorong untuk memahami pentingnya penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab.

Caroline Herlina, Brand Director Health Care P&G Indonesia, menegaskan bahwa apoteker memiliki peran yang semakin penting dalam sistem kesehatan saat ini.

“Apoteker bukan hanya penyedia obat, tetapi juga sumber informasi dan edukasi bagi pasien. Kami ingin menjembatani pembelajaran di kampus dengan praktik nyata di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga  IHDC Serukan 9 Pilar Solusi dan 5 Instrumen untuk Perkuat Partisipasi Kesehatan Nasional

Kolaborasi ini dibangun di atas tiga pilar utama: edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Bersama Unika Atma Jaya, program ini menghadirkan berbagai metode pembelajaran seperti e-learning, video edukasi, hingga modul terstruktur dalam bentuk digital dan cetak. Program ini ditargetkan menjangkau ratusan peserta hingga pertengahan 2026.

Dari sisi akademik, pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut diterapkan langsung dalam interaksi dengan pasien.

Sementara itu, bersama Universitas Padjadjaran, kolaborasi ini dimulai melalui program e-learning yang berfokus pada peningkatan kompetensi konseling pasien dan penggunaan obat yang rasional, khususnya dalam penanganan rhinitis akut.

Dukungan juga datang dari berbagai pemangku kepentingan. Ikatan Apoteker Indonesia menilai langkah ini sebagai upaya positif dalam memperkuat peran apoteker di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.

Senada dengan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini sebagai kunci dalam membangun ekosistem kesehatan yang berbasis riset, aman, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pemprov Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Program Vaksinasi Perdana

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap profesi apoteker—dari sekadar penyedia obat menjadi mitra kesehatan yang aktif dalam mendampingi pasien.

Melalui sinergi antara industri dan dunia pendidikan, P&G Health Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya generasi apoteker yang lebih siap, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Eff)

About The Author