Menkeu Purbaya: Pengelolaan Fiskal yang Disiplin Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional
2 mins read

Menkeu Purbaya: Pengelolaan Fiskal yang Disiplin Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

VakansiInfo, Semarang – Pemerintah terus memperkuat pengelolaan fiskal agar tetap sehat, kredibel, dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan fluktuasi pasar keuangan, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan terukur.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).

Fiskal Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi

Dalam kuliah umum tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah terus mengendalikan arah kebijakan fiskal agar mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjadi penopang pertumbuhan nasional.

“Dampak kebijakan fiskal kita kontrol terus, kita tidak takut dengan situasi global. Saya terus gerakkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi, jadi tumbuh 6 persen di tahun ini tidak susah-susah amat,” ujar Purbaya.

Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat serta ruang fiskal yang memadai untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dengan pengelolaan APBN yang disiplin, pemerintah optimistis mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Ekonom Ungkap Penyebab Harga Pangan Naik: Bukan Langka, Tapi Distribusi Terganggu

Peran Swasta Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Menjawab pertanyaan mahasiswa, Purbaya menjelaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah, tetapi juga didorong oleh kuatnya kontribusi sektor swasta.

Ia menyebut peningkatan investasi, ekspansi dunia usaha, dan konsumsi masyarakat menjadi indikator tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3 Persen

Pada kesempatan tersebut, Menkeu kembali menegaskan komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen sebagai bentuk disiplin fiskal sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

Target tersebut akan dicapai melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, termasuk mengoptimalkan peran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai instrumen pembiayaan pembangunan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBN.

Purbaya optimistis, dengan kebijakan fiskal yang prudent dan kredibel, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan semakin kuat menghadapi tantangan ekonomi global. (Mur)

About The Author