Vakansiinfo – Kolesterol adalah zat lemak yang di produksi oleh hati dan sel-sel lain dalam tubuh. Serta yang di temukan dalam makanan hewani. Kolesterol penting untuk kesehatan. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan buruknya sirkulasi darah. Apakah ada cara mengatasi menurunkan kolesterol dengan alami tanpa obat dan aman untuk di lakukan?
Para ahli menyarankan agar orang-orang mengonsumsi kolesterol makanan sesedikit mungkin. Anda dapat mempelajari cara mencegah kolesterol tinggi dengan membuat pilihan makanan sehat.
Cara Alami Menurunkan Kolesterol
Apabila kolesterol Anda menunjukkan angka yang tinggi, ada beberapa cara alami untuk menurunkan kolesterol tinggi tanpa obat dan aman.
1. Kendalikan berat badan
Bagi yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menurunkan berat badan akan sangat membantu sebagai cara mengurangi kolesterol tinggi. Riset menyebutkan bahwa menurunkan berat badan 5-8 kg dapat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 5 mg/dL dan peningkatan kolesterol baik (HDL) sebanyak 2-3 mg/dL. Mengurangi berat badan sebanyak 3 kg juga berdampak baik menurunkan kadar trigliserida hingga 15 mg/dL.
2. Lebih banyak berjalan kaki
Salah satu cara yang efektif adalah dengan memperbanyak jalan kaki. Cara termudah menetralkan kolesterol yang dapat Kamu lakukan di mana pun..
3. Olahraga teratur
Berolahraga selama 150 menit per minggu sudah cukup untuk membantu mengurangi kadar kolesterol. Selain melakukan olahraga kardio, kamu juga dapat menyelipkan sesi untuk melakukan olahraga resistensi.
4. Konsumsi buah dan sayur
Makanan kaya serat dapat membantu kamu mengurangi kadar kolesterol LDL. Jenis makanan dengan banyak kandungan serat ini bisa kamu dapatkan dari sayuran, buah, dan biji-bijian utuh.
5. Konsumsi ikan berlemak
Kandungan asam lemak omega-3 di dalam ikan sangat baik untuk jantung dan dapat membantu mengurangi kolesterol. Ikan jadi opsi baik selain daging merah. Kamu bisa mengonsumsi ikan sekitar 2-4 kali dalam seminggu.
6. Gunakan minyak zaitun
Mengganti jenis minyak yang kamu gunakan untuk memasak juga bisa di pertimbangkan. Minyak zaitun dapat menjadi opsi, karena kandungan polifenolnya diketahui dapat membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.
7. Mengurangi asupan lemak jenuh
Selain memastikan kamu mengonsumsi makanan sumber lemak baik, pastikan juga untuk mengurangi makanan tinggi lemak trans. Kandungan lemak trans dapat meningkatkan kolesterol. Contoh makanan tinggi lemak trans yang perlu di hindari termasuk gorengan, makanan yang mengandung margarin atau mentega, kue kering, pastry, makanan cepat saji.
8. Kelola stres
Apakah stres bisa meningkatkan kolesterol? Jawabannya, iya. Karena stres memicu tubuh merilis hormon kortisol, tekanan darah bertambah, dan detak jantung lebih cepat, ini dapat memicu peningkatan kolesterol. Mengelola stres perlu di lakukan untuk menghindari hal ini. Cara mengelola stres termasuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, melakukan hobi, jalan kaki, dan masih banyak.
9. Tidur yang cukup
Kurang satu jam waktu tidur di malam di sebutkan dapat meningkatkan kolesterol VLDL (very low-density lipoprotein) dan trigliserida. Orang dewasa disarankan untuk mendapatkan tidur sebanyak tujuh jam setiap malamnya.
10. Hindari merokok
Kebiasaan merokok juga meningkatkan kadar kolesterol, terutama kolesterol LDL. Berhenti merokok dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL hingga 5% dalam setahun. Apabila kamu tidak merokok tapi sering terpapar asap rokok, usahakan untuk menghindari situasi ini. Karena perokok pasif seperti ini juga berisiko mengalami peningaktan kolesterol.
Cara menurunkan kolesterol tinggi lainnya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin. Dengan begini kamu lebih mudah memantau kondisi kolesterol kamu, dan bisa menerapkan cara-cara di atas apabila hasilnya ternyata tinggi.
Kapan waktu cek kolesterol yang ideal?
Bagi orang dewasa yang sehat, pemeriksaan kolesterol dapat di lakukan 4-6 tahun sekali. Sementara orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, mengidap penyakit jantung atau diabetes, perlu memeriksa kolesterol lebih sering.
Pemeriksaan kolesterol juga di sarankan dilakukan pada anak usia antara 9-11 tahun setidaknya sekali. Lalu di periksa lagi di antara usia 17-21 tahun. Apabila anak memiliki berat badan berlebih atau obesitas maka tes kolesterol perlu di lakukan lebih sering.
( *)