MPDI Luncurkan FOSDI pada Hari Santri 2026, Serukan Kemandirian Umat
2 mins read

MPDI Luncurkan FOSDI pada Hari Santri 2026, Serukan Kemandirian Umat

VakansiInfo, Kuningan – Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) meluncurkan Forum Silaturahim Santri Dakwah Indonesia (FOSDI) di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, dalam rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).

Selain peluncuran FOSDI, MPDI menyerukan Resolusi Jihad bertema “Melawan Penjajahan Modern, Menegakkan Kemerdekaan Sejati, dan Membangun Kedaulatan Umat”. Seruan tersebut menekankan pentingnya pendidikan, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, keadilan, dan persatuan bangsa.

Ketua Umum MPDI, KH Ayi Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., menyatakan bahwa tantangan kemerdekaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman fisik, tetapi juga ketergantungan ekonomi, manipulasi informasi, kemerosotan moral, dan ketidakadilan yang dapat menghambat kemandirian bangsa.

FOSDI Jadi Wadah Kolaborasi Santri

FOSDI dibentuk sebagai wadah silaturahim dan kolaborasi bagi santri yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

MPDI berharap forum ini dapat memperluas jejaring antarsantri, mendorong pertukaran pengalaman, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan, literasi digital, dan penguasaan teknologi.

Melalui kolaborasi tersebut, santri diharapkan mampu memperluas kontribusinya, tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Baca Juga  Peringati Hari Santri Nasional, SMP dan SMK Triwijaya Bogor Tekankan Semangat Perjuangan

Delapan Fokus Resolusi Jihad

Dalam resolusinya, MPDI menetapkan delapan bidang perjuangan, yakni penguatan pendidikan dan akhlak; kemandirian ekonomi; literasi digital dan penguasaan teknologi; penegakan keadilan serta pemberantasan korupsi; perlindungan kedaulatan bangsa dan sumber daya alam; kemandirian pesantren; persatuan umat dan bangsa; serta perjuangan melalui ilmu, dakwah, keteladanan, dan amal nyata.

MPDI menegaskan bahwa jihad dalam resolusi tersebut diarahkan pada upaya membangun kekuatan umat, menegakkan keadilan, dan menjaga kedaulatan bangsa melalui cara yang sah dan bermartabat. Resolusi itu juga menolak penggunaan istilah jihad untuk membenarkan kekerasan terhadap warga sipil maupun tindakan teror.

MPDI turut menempatkan pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi umat. Pesantren diharapkan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026 juga mencakup apel peringatan Hari Santri, final perlombaan, dan pemberian penghargaan kepada peserta berprestasi.

Melalui peluncuran FOSDI dan Resolusi Jihad, MPDI mengajak keluarga besar pesantren memperkuat kolaborasi, mengembangkan program pemberdayaan, serta menjadikan semangat Hari Santri sebagai dorongan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (Eff)

Baca Juga  Mukernas MPDI 2025 Tegaskan Komitmen Pesantren dalam Membangun Indonesia Maju

About The Author