Pemkab Bogor Gelar MQK 2026, Cetak Santri Unggul dan Berakhlak Mulia
2 mins read

Pemkab Bogor Gelar MQK 2026, Cetak Santri Unggul dan Berakhlak Mulia

VakansiInfo, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia berbasis keagamaan melalui penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-2 Kabupaten Bogor 2026 di Babakan Madang, Senin (13/4/2026).

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi santri yang unggul, berilmu, serta berakhlak mulia.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Agus Salim, jajaran DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Ketua MUI, Ketua Baznas, hingga para kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Bogor.

Menurut Jaro Ade, ajang MQK tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mencetak kader ulama masa depan. Pesantren adalah benteng kuat dalam membangun generasi rabbani yang siap melanjutkan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar pesantren sekaligus mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Bogor.

Baca Juga  124 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Terjun Jadi Dai, Diwisuda di Menara 165 Jakarta

Kabupaten Bogor sendiri memiliki sekitar 3.000 pondok pesantren yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah. Selain membekali ilmu agama, pesantren juga berperan penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan integritas para santri.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para pimpinan pondok pesantren yang telah melahirkan banyak prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Raden Enjat Munjiat, menjelaskan bahwa MQK menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan SDM, sejalan dengan program prioritas nasional yang diusung oleh Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan para peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan memperkaya pengalaman, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Dalam ajang ini, para santri menunjukkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning dari berbagai disiplin ilmu, seperti nahwu, sharaf, tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga ushul fiqh.

Selain menjadi ajang kompetisi, MQK juga berfungsi sebagai sarana evaluasi bagi pesantren dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran.

Baca Juga  SD Angkasa 12 Halim Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan Tausiah dan Lomba Islami

“Kami juga mengingatkan para dewan hakim untuk menjaga integritas dan amanah agar penilaian berjalan adil dan objektif,” pungkasnya. (Mur)

About The Author