
Dari Iseng Bisa Jadi Bahaya, Pelatihan Ini Bongkar Dampak Judi Online ke Pemuda
Upaya Cegah Judi Online Lewat Edukasi Digital Wellness
VakansiInfo, Bogor – Universitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional berupa pelatihan Digital Wellness di Aula Kantor Desa Leuwikaret, Kabupaten Bogor, pada 16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pemuda dan pemudi desa dengan tujuan meningkatkan kesadaran generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital serta terhindar dari risiko kecanduan judi online.
Fenomena judi online kini menjadi ancaman serius, khususnya bagi kelompok usia 16–30 tahun. Akses internet yang semakin mudah membuat praktik ini kian marak dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerugian finansial, penumpukan utang, gangguan kesehatan mental, hingga risiko sanksi hukum. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak dini dinilai sangat penting untuk melindungi masa depan generasi muda.
Kegiatan ini dipimpin oleh Gunawan Wiradharma dan dikoordinasikan oleh LPPM Universitas Terbuka. Program ini juga didukung pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui skema Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) yang bersumber dari Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) LPDP Kementerian Keuangan RI Tahun Anggaran 2025/2026. Acara dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Desa Leuwikaret, Hendi.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pre-test, penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, hingga berbagi pengalaman langsung peserta terkait fenomena judi online. Peserta juga diajak merumuskan langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebelum ditutup dengan post-test.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemuda Desa Leuwikaret agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), sekaligus mendukung visi desa digital yang mandiri, aman, dan berdaya.
Melalui pelatihan ini, UT berharap generasi muda dapat menjadi lebih produktif, sehat secara mental, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri, bukan sebagai pintu menuju perilaku berisiko seperti judi online. (Eff)



