Kedaulatan Data Indonesia Forum Indonesia–Finlandia, Nezar Patria Tegaskan Data dan Konten RI Bernilai Ekonomi Tinggi

VakansiInfo, Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa data dan konten digital masyarakat Indonesia kini menjadi fondasi penting dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) global. Karena itu, negara harus memastikan hak dan nilai ekonominya tidak hilang.

Menurut Nezar, data bukan lagi sekadar informasi pribadi. Setiap aktivitas digital—mulai dari lokasi, percakapan, hingga unggahan media sosial—menjadi bahan baku utama yang diproses menjadi model bisnis dan sistem AI bernilai tinggi.

“Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengumpulkan dan mengolah data dalam skala besar. Data tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan,” ujarnya dalam forum Indonesia–Finland Roundtable on Data Sovereignty and Cyber Resilience di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Ia mengingatkan, isu yang muncul tidak hanya soal perlindungan data pribadi. Konten publik seperti karya jurnalistik dan tulisan akademik juga berpotensi digunakan untuk melatih mesin AI tanpa mekanisme yang adil.

Nezar mencontohkan langkah The New York Times yang membatasi akses kontennya karena digunakan untuk melatih sistem AI seperti OpenAI. Sengketa tersebut menunjukkan bahwa gaya penulisan dan konten berita memiliki nilai ekonomi sekaligus hak kekayaan intelektual.

Baca Juga  Human Error Jadi Ancaman Utama, Keamanan Siber Perlu Jadi Life Skill di Era Digital

“Jika tidak diatur, karya jurnalis, akademisi, dan kreator Indonesia bisa menjadi bahan latih AI global tanpa kesepakatan yang jelas. Nilai tambahnya dinikmati pihak lain,” tegasnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital kini meninjau kembali kerangka regulasi nasional agar mampu menjawab tantangan teknologi baru, termasuk AI. Pemerintah juga mempelajari praktik tata kelola data dari Uni Eropa yang menempatkan perlindungan hak warga sebagai prioritas.

Selain itu, aspek ketahanan siber juga menjadi perhatian utama. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus untuk melindungi arsitektur digital nasional dari ancaman siber yang terus berkembang.

“Negara yang mampu mengelola dan mengendalikan data akan memiliki posisi tawar lebih kuat dalam ekonomi digital global. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar,” pungkas Nezar.

Forum Indonesia–Finlandia ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan data dan memastikan kepentingan publik tetap menjadi pusat tata kelola digital nasional. (Mur)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts