
Laporan Baru Ungkap Peluang Ekspor Garmen Indonesia Bertambah hingga US$2 Miliar
VakansiInfo, Jakarta – Industri garmen Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru Vector Consulting Group yang disusun bersama Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI).
Laporan bertajuk “Unlocking the US$2 Billion Opportunity: How Operational Execution Can Revive Indonesia’s Garment Industry” diluncurkan dalam ajang Indo Garment & Textile (IGT) Expo di Jakarta. Kajian tersebut menyoroti bahwa peningkatan daya saing industri garmen tidak lagi hanya bergantung pada biaya tenaga kerja, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjalankan operational excellence di lini produksi.
Selama hampir satu dekade terakhir, nilai ekspor garmen Indonesia berada di kisaran US$8–9 miliar, sementara sejumlah negara seperti Vietnam, Bangladesh, dan Kamboja berhasil memperluas pangsa pasar ekspor apparel dunia.
Ketua Umum AGTI, Anne Patricia Sutanto, mengatakan industri garmen Indonesia telah memasuki fase yang membutuhkan peningkatan kualitas operasional agar mampu bersaing di pasar internasional.
Menurutnya, hasil riset tersebut memberikan panduan praktis bagi pelaku industri untuk memahami tantangan operasional sekaligus menemukan solusi dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja ekspor.
Sementara itu, Senior Partner Vector Consulting Group, P. Senthilkumar, menjelaskan bahwa peluang peningkatan daya saing justru berada pada perbaikan kualitas eksekusi operasional dibanding hanya mengandalkan efisiensi biaya tenaga kerja.
Riset menunjukkan penerapan operational excellence berpotensi meningkatkan efisiensi lini jahit sebesar 20–30 persen, meningkatkan performa On-Time In-Full (OTIF) hingga sekitar 90 persen, memangkas waktu pengiriman pelanggan sebesar 20–30 persen, meningkatkan laba operasional sekitar 20 persen, serta menurunkan modal kerja yang tertahan dalam persediaan hingga 30 persen.
Laporan tersebut juga merekomendasikan empat langkah utama, yakni memperkuat kolaborasi lintas fungsi dalam pelepasan fabric purchase order, menerapkan style-level capacity planning, meningkatkan pengawasan supervisor di lini produksi, serta merekonfigurasi rantai pasok kain agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
Melalui berbagai rekomendasi tersebut, Vector Consulting Group menilai industri garmen Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka tambahan nilai ekspor hingga US$2 miliar pada masa mendatang. (Eff)



