You are currently viewing Pascapandemi COVID-19, Kapasitas Kesehatan Harus Di Perkuat

Vakansiinfo, Jakarta – Pandemi COVID-19 menjadi titik balik Indonesia dalam memperkuat kapasitas kesehatan nasional. Utamanya untuk mengembangkan rencana aksi nasional ketahanan kesehatan.

Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Pada pertemuan International Health Regulation (IHR) Joint External Evaluation (JEE).

“JEE memberikan arti penting dalam menganalisis dan mempersempit kesenjangan dalam pencegahan, deteksi, dan respons yang cepat terhadap ancaman kesehatan masyarakat.” Kata Kunta seperti keterangan resminya pada Jumat (20/10/2023).

Lanjutnya, pandemi COVID-19 menunjukkan banyak kesenjangan yang perlu di atasi. Baik di level global, regional, dan nasional. Indonesia sudah membuktikan diri mampu berkontribusi dalam mengatasi kesenjangan tersebut.

Pada tingkat global dan regional, Indonesia telah meningkatkan arsitektur kesehatan, memperkenalkan skema fasilitasi untuk membantu mobilitas selama keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat, koordinasi antara sektor keuangan dan kesehatan melalui Finance and Health Ministers Meeting, serta pembentukan dana pandemi.

Sedangkan di tingkat nasional dan daerah, Indonesia mampu meningkatkan kapasitas untuk menyediakan akses, layanan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga negara Indonesia.

Baca Juga  Khasiat Air Rebusan Jahe, Sereh plus Gula Merah

“Kemenkes memiliki enam pilar transformasi kesehatan dan saat ini memiliki Undang-Undang baru yang kami harap dapat meningkatkan sektor kesehatan,” kata Kunta.

IHR JEE sendiri merupakan penilaian kapasitas negara Indonesia dalam 19 area teknis/kapasitas inti dalam menghadapi keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat. IHR JEE melibatkan pemangku kepentingan multisektoral dari berbagai Kementerian dan Lembaga di Indonesia, serta dukungan mitra organisasi internasional.

Ketua Tim JEE Karen Sliter menjelaskan bahwa JEE di buka dengan tujuan keamanan dan kesehatan.

“JEE mempunyai komitmen yakni datang sebagai rekan dan memantau assessment yang sudah di lakukan dengan melibatkan 19 diskusi multisektoral serta 3-5 prioritas tindakan area teknis,” kata Karen.

( *)