
Physiorehab Buka Cabang ke-13 di Meruya, Perluas Akses Fisioterapi di Jakarta Barat
VakansiInfo, Jakarta – Akses terhadap layanan fisioterapi dan rehabilitasi terus menjadi kebutuhan bagi masyarakat, khususnya mereka yang mengalami cedera, nyeri muskuloskeletal, maupun membutuhkan pemulihan setelah menjalani tindakan medis.
Melihat kebutuhan tersebut, Physiorehab membuka cabang baru di Meruya, Jakarta Barat. Cabang ini menjadi lokasi ke-13 Physiorehab sekaligus bagian dari upaya memperluas akses layanan fisioterapi dengan pendekatan evidence-based physiotherapy and rehabilitation.
Pendekatan tersebut menempatkan assessment sebagai bagian awal sebelum menentukan program terapi. Selanjutnya, pasien mendapatkan treatment dan exercise yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing, disertai pemantauan perkembangan secara berkala.
Kebutuhan terhadap penanganan cedera, khususnya pada aktivitas fisik intensif, juga terlihat dalam penelitian mengenai cedera olahraga pada atlet muda di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta. Penelitian tersebut menemukan sekitar 25,1 persen remaja yang diamati mengalami sedikitnya satu cedera selama periode observasi.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, pemulihan, dan pengelolaan kondisi fisik secara tepat, terutama bagi individu yang memiliki aktivitas fisik tinggi.
Fokus pada Fungsi Gerak
Fisioterapi tidak hanya berkaitan dengan penanganan rasa sakit. Prosesnya juga mencakup pemahaman terhadap kondisi pasien, pemberian latihan yang sesuai, edukasi, serta pemantauan perkembangan.
Di Physiorehab, program terapi dapat mencakup terapi manual berbasis sains, latihan, peregangan, hingga penggunaan modalitas dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasien.
Pendekatan berbasis latihan juga memiliki peran dalam rehabilitasi kondisi muskuloskeletal. Sebuah meta-analysis terhadap 27 randomized controlled trials yang melibatkan 1.927 peserta menemukan adanya hubungan antara exercise dan peningkatan kualitas hidup pada individu dengan nyeri muskuloskeletal.
Karena itu, program fisioterapi di Physiorehab disusun secara individual berdasarkan hasil assessment, kondisi, serta target pasien.
“Setiap pasien memiliki kondisi, aktivitas, dan target yang berbeda. Karena itu, fisioterapi perlu dimulai dengan memahami individu secara menyeluruh,” kata Simon Tri Prasetyo, Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab.
Menurut Simon, dari assessment tersebut fisioterapis dapat menentukan terapi dan latihan yang relevan sekaligus memantau perkembangan pasien.
“Tujuannya adalah membantu pasien mengembangkan kembali fungsi gerak, mendukung proses pemulihan, meningkatkan kapasitas fisik, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal,” ujarnya.
Menangani Beragam Kondisi
Cabang Physiorehab Meruya didukung tim fisioterapis dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi profesional di bidang fisioterapi dan rehabilitasi.
Layanannya mencakup berbagai kondisi, antara lain nyeri punggung dan pinggang, neck pain, HNP, cedera olahraga, knee pain, shoulder pain, rehabilitasi pascaoperasi, cedera ACL, plantar fasciitis, hingga gangguan gerak dan keseimbangan.
Untuk mendukung proses terapi, Physiorehab Meruya dilengkapi rehabilitation gym, peralatan modern, ruang perawatan privat, serta personalized treatment plan dan pemantauan perkembangan pasien.
Perluasan jaringan tersebut juga diikuti upaya menjaga konsistensi standar layanan melalui pengembangan tim dan berbagi pengetahuan antar-fisioterapis.
Physiorehab juga menyebut telah membangun jejaring profesional dengan sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang serta dokter spesialis di Indonesia. Jejaring tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan layanan dan rujukan.
Cabang ke-13 Physiorehab
CEO and Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan cabang Meruya merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas layanan fisioterapi di Indonesia.
“Kehadiran Physiorehab Meruya merupakan komitmen kami dalam mendukung akses layanan fisioterapi untuk masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Barat. Physiorehab Meruya merupakan cabang ke-13 dan merupakan langkah strategis kami dalam pengembangan layanan fisioterapi di Indonesia,” ujar Adam.
Ia menambahkan, ekspansi tetap diarahkan untuk mempertahankan pengalaman pasien dan kualitas layanan di setiap lokasi.
Cabang Meruya memiliki luas sekitar 340 meter persegi dengan 10 bed perawatan.
Sebelum grand opening, Physiorehab juga menggelar soft opening melalui kegiatan Fun Run bersama 910 Community pada 3 Oktober 2026.
Hingga kini, Physiorehab mengklaim telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Perusahaan menargetkan memiliki 16 klinik hingga akhir 2026.
Dengan penambahan cabang Meruya, masyarakat di Jakarta Barat kini memiliki pilihan lokasi yang lebih dekat untuk mendapatkan layanan fisioterapi dan rehabilitasi, baik untuk kebutuhan pemulihan cedera maupun peningkatan fungsi dan kapasitas fisik. (Mur)



