Vakansiinfo – Gedung Bumi Ageung Pakuan Padjajaran yang berdiri megah di Jalan Batu Tulis tepat di seberang Istana Batu Tulis Kota Bogor. Siang ini, Jum’at tepat Pukul 14.00 Wib tanggal 21 Juni 2024 tampak ramai dengan kehadiran sekira 250 undangan. Yang hadir dalam rangka melaksanakan kegiatan Doa Bersama Jelang Pilkada Bogor 2024. Atas undangan dari Kandaga Urang Sunda dan Aliansi Budaya Jawa Barat.
Para undangan yang hadir adalah para utusan dan perwakilan berbagai paguyuban, padepokan, ormas, sanggar seni budaya, para tokoh kokolot/kasepuhan Bogor, budayawan, seniman, beberapa Bacalon Walikota Bogor, unsur Pemkot Bogor, TNI dan Polri turut menghadiri kegiatan Do’a Bersama Jelang Pilkada 2024 ini.

Dengan maksud untuk menyambung silaturahmi, menjaga kerukunan, membangun kebersamaan. Dan mendoakan proses politik menjelang pilkada. Seraya berharap bisa terbangun suasana demokrasi lokal yang santai, damai, cerdas, kreatif dan berkualitas. Demi kebaikan dan keberlanjutan pembangunan Kota Bogor selama dan pasca pilkada 2024 yang sedang berlangsung saat ini.
Kandaga Urang Sunda sebagai tuan rumah melalui R. Gugum Gumelar. Mengajak pula seluruh hadirin untuk mulai menghidupkan Bumi Ageung Pakuan Padjajaran. Sebagai rumah bersama dalam membangun kehidupan budaya kota berbasis kearifan lokal (kasundaan) yang kondusif, kreatif dan dinamis.

Dengan aktifitas kultural yang semarak di harapkan akan tergali potensi- potensi kreatif seni budaya warga kota Bogor. Yang bisa menjadi pilar membangun jati diri kita Bogor. Sebagai kota pusaka kebanggaan warga Jawa barat dan Nusantara.
Ki Iman Sobar, Ketua Aliansi Budaya Jawa Barat yang juga Koordinator Paguyuban Masyarakat Peduli Bumi Ageung. Menyampaikan bahwa kehadiran para undangan yang mewakili berbagai komunitas ini menjadi penanda awal aktifitas budaya. Untuk pertama kalinya di museum Bumi Ageung yang awalnya –sebelum ada masukan dari kami– menggunakan desain arsitektural Trowulan yang tidak mengacu pada bentuk kaundagian kasundaan. Tapi sekarang berdiri pada acuan bentuk bangunan kasundaan.
Selanjutnya Ki iman Sobar memperkenalkan para tokoh penggagas bumi Ageung. Yang kemudian menyampaikan visi mereka terhadap keberadaan gedung Bumi Ageung saat ini. Yang mengacu pada kaundagian kasundaan kadatuan yang di kupas dari naskah-naskah sejarah Sunda.

“Bangunan yang menelan anggaran besar dan waktu pengerjaan yang cukup lama ini. Tentu sayang jika tidak termanfaatkan maka mangga tempat ini kita gunakan untuk segala macam kegiatan. Baik kegiatan budaya, keagamaan, kepemudaan dan lainnya yang bersifat positif. Dengan tetap menaati aturan kedinasan yang telah di tetapkan.” Ujarnya memungkasi.
Setelah di awali dengan tawasulan dan doa bersama untuk pilkada damai. Mendoakan kebaikan untuk para Calon Wali Kota Bogor yang akan berkontestasi. Ada pun doa bersama ini di pimpin oleh Kang Sujai serta di lanjutkan pembacaan rajah bubuka oleh Dalang Ceceng Arifin dan Kang Dodi Syarif Hidayat.
Tampak hadir beberapa pupuhu, kesepuham dan tokoh seniman dan budayawan kota Bogor. Antara lain, Kang Lufti Suyudi (Sekjen Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat), Firman Hidayat (Ketua PPSI Kota Bogor) Ki Yayat Odoy selaku Tokoh Budayawan Bogor Selatan. Yang juga turut menyampaikan ulasan berkenaan dengan dinamika kebudayaan. Dan pendapatnya tentang keberadaan bumi Ageung yang harus memberikan efek positif bagi terbangunnya atmosfir kebudayaan yang dinamis dan kondusif.
Hadir pula kang Putra Sungkawa, Ki Gugum Gumelar, Téh Hapsah Rahayu, Ki Tresna Saleh, Ki Raejal Pancako, Bu Santi Cintya Dewi dan Ki Jaya Rahmat sebagai lulugu dari pergerakan Masyarakat Peduli Bumi Ageung.
Akhirnya sekira pukul 17.00 Wib, Seluruh rangkaian kegiatan yang di pandu oleh Ki Cecep Torik pun di akhiri dengan potong tumpeng serta doa penutup oleh Ki Wawan Trisnawan.
(Ckr03)