Ruang Riung Reang Karinding #2 Jadi Ruang Kolaborasi Budaya dan Lingkungan di Bogor
2 mins read

Ruang Riung Reang Karinding #2 Jadi Ruang Kolaborasi Budaya dan Lingkungan di Bogor

👁️ 0 views

VakansiInfo, Bogor Semangat pelestarian budaya Sunda berpadu dengan kepedulian terhadap lingkungan dalam gelaran Ruang Riung Reang Karinding #2 yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Lingkung Gunung Camp Pancawati, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang digagas Komunitas Seni Berbagi Indonesia (SeBa) bersama Saka Jiwa Khatulistiwa, Layung Jagat, dan Bentala House Project ini menjadi ruang budaya terbuka yang mempertemukan para pelaku seni, komunitas, pelajar, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum dalam suasana alam terbuka yang sejuk di kaki Gunung Gede Pangrango.

Mengangkat karinding sebagai simbol warisan budaya Sunda, acara ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni tradisi, tetapi juga wadah silaturahmi, pembelajaran lintas generasi, serta penguatan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Berbagai kegiatan digelar selama dua hari pelaksanaan, mulai dari silaturahmi budaya, eksplorasi bunyi dan rasa, pengembangan seni tradisi dan inovasi kreatif, pameran UMKM budaya, wisata edukasi budaya bagi pelajar, hingga aksi penanaman pohon bambu dan aren sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga  Sapi Kurban Terjatuh ke Lubang Sedalam 3 Meter di Cileungsi, Damkar Bergerak Tengah Malam

Suasana semakin semarak dengan hadirnya beragam pertunjukan seni dan aktivitas budaya. Para peserta disuguhkan permainan karinding, angklung, pencak silat tradisi Cimande, musikalisasi puisi, tari kontemporer, teater, performance art, diskusi budaya, hingga jam session lintas komunitas yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Ketua pelaksana kegiatan, Mang Bojay, mengatakan bahwa Ruang Riung Reang Karinding hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai komunitas budaya dan generasi muda untuk bersama-sama menjaga tradisi.

“Ruang Riung Reang Karinding kami hadirkan sebagai ruang temu antar komunitas, ruang belajar lintas generasi, serta ruang bersama untuk menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Budayawan Jurasep menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena mampu menyatukan unsur seni, pendidikan, lingkungan, dan kebersamaan dalam satu ruang budaya yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap seni tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Kolaborasi berbagai komunitas, pelaku UMKM, pegiat budaya, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus memperkokoh identitas budaya Bogor di masa depan. (Ckr03)

About The Author