Rumah Belajar Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, 40 Anak Dapat Akses Pendidikan Gratis
3 mins read

Rumah Belajar Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, 40 Anak Dapat Akses Pendidikan Gratis

VakansiInfo, Jakarta – Akses pendidikan kembali dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan Rumah Belajar Berbasis Digital & Kebudayaan di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (25/8/2026) tersebut digelar Yayasan Hati Kita Serupa bersama Rumah Belajar August Hamonangan dengan menggandeng Bank Jakarta KCP Kalibata sebagai mitra sponsor.

Sebanyak 40 anak dari keluarga pemulung dan masyarakat prasejahtera di wilayah Pancoran Buntu II mengikuti kegiatan tersebut.

Rumah Belajar ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan gratis sekaligus mengikuti kegiatan belajar kelompok dan motivasi.

Pendiri Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Kami percaya pendidikan adalah aset bangsa dan pilar utama mencetak generasi berikutnya menuju Indonesia Emas 2045,” kata Hudson.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di lingkungan lapak pemulung agar akses pendidikan dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Lewat Rumah Belajar ini, kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi. Lokasi di lapak pemulung kami pilih agar pendidikan bisa hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga  Ramadhan Ceria Putra Bangsa Hadirkan Kursus Matematika dan Workshop Kaligrafi di Bogor

Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengikuti pembelajaran kelompok dan sesi motivasi. Relawan serta tenaga pengajar turut terlibat untuk memberikan pendampingan kepada peserta.

Bank Jakarta KCP Kalibata juga memberikan dukungan sebagai mitra sponsor dalam kegiatan tersebut.

Yayasan Hati Kita Serupa menyampaikan terima kasih kepada Bank Jakarta KCP Kalibata, warga Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, para relawan dan tenaga pengajar, serta berbagai pihak yang turut membantu.

Dukungan juga datang dari pelaku UMKM di kawasan Pengadegan Utara Raya, termasuk Bakso Bakar Barokah Pakde.

Didorong Menjadi Program Berkelanjutan

Koordinator kegiatan, Tri Widya, berharap Rumah Belajar tersebut dapat menjadi awal dari program pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan di Pancoran Buntu II.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian, karakter dan kemampuan anak menghadapi perubahan zaman.

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat “Jakarta Mantap Melalui Pendidikan” yang dikaitkan dengan kepedulian August Hamonangan terhadap pendidikan dan pengembangan sekolah inklusif.

Ada tiga nilai yang menjadi perhatian, yakni mandiri, toleransi dan anti pungli.

Baca Juga  Kid Witness News 2025 Hadir di Jakarta, Anak-anak Indonesia Bicara untuk Dunia

Melalui nilai mandiri, pendidikan diharapkan dapat membekali anak dan masyarakat dengan keterampilan, literasi dan pelatihan sehingga lebih siap menghadapi perubahan, termasuk perkembangan era digital.

Sementara nilai toleransi diarahkan untuk membangun karakter anak sejak dini melalui ruang belajar yang menghargai kebebasan beribadah, adat dan kebiasaan.

Adapun semangat anti pungli menekankan pentingnya memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa pungutan.

“Pendidikan tidak boleh menjadi beban, tapi harus menjadi jembatan untuk masa depan yang lebih baik,” kata Tri Widya.

Rumah Belajar Berbasis Digital & Kebudayaan di Pancoran Buntu II diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang. (Eff)

About The Author