
Dari Jepara ke Dunia! Seni Ukir Ini Ternyata Jadi Rebutan Pasar Global
VakansiInfo, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya dalam mendorong produk lokal menembus pasar global, salah satunya melalui penguatan seni ukir Jepara sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif nasional.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar saat menghadiri pameran “Tatah” di Museum Nasional Indonesia.
Lebih dari Sekadar Furnitur
Menurut Irene, seni ukir Jepara bukan hanya produk kerajinan biasa, melainkan simbol identitas budaya Indonesia yang sarat nilai sejarah dan estetika tinggi.
“Seni ukir Jepara adalah representasi ketekunan dan warisan budaya bangsa yang harus terus didorong agar dikenal dunia,” ujarnya.
Siap Naik Kelas ke Pasar Global
Pemerintah kini fokus mendorong seni ukir Jepara agar naik kelas menjadi produk kreatif premium yang diminati pasar internasional.
Strategi yang dilakukan meliputi:
- Perlindungan hak kekayaan intelektual (IP)
- Akses pasar digital
- Penguatan hilirisasi produk
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri furnitur global.
Pameran “TATAH” Jadi Momentum Kebangkitan
Pameran “TATAH” yang digelar hingga 5 Juli 2026 menjadi ajang penting untuk memperkenalkan karya seni ukir Jepara ke level internasional.
Sebanyak 35 karya ditampilkan, mulai dari:
- Patung dan relief
- Dekorasi interior
- Mebel eksklusif
- Karya maestro ukir legendaris
Pameran ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jepara, HIMKI Jepara Raya, dan komunitas sejarah Rumah Kartini Jepara.
Dorong Investasi dan Ekspor Furnitur
Tak hanya sebagai ajang apresiasi seni, pameran ini juga diharapkan mampu menarik investor global dan memperkuat rantai pasok industri kreatif Indonesia.
Dengan kurasi berstandar internasional, seni ukir Jepara diposisikan sebagai produk bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar dunia. (Fai)



