Start dari P8, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia, Belalang Goreng Curi Perhatian
4 mins read

Start dari P8, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia, Belalang Goreng Curi Perhatian

VakansiInfo, Sepang – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif dalam balapan Moto3 Grand Prix Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026). Mengawali lomba dari posisi kedelapan, rider Honda Team Asia itu sukses merebut podium kedua setelah melewati pertarungan sengit sepanjang 15 lap.

Hasil tersebut menjadi podium kedua Veda pada musim debutnya di kelas Moto3. Sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu juga berhasil finis di posisi ketiga pada Grand Prix Brasil.

Penampilan gemilang di Sepang sekaligus menjadi jawaban atas kekecewaannya di Phillip Island, Australia. Saat itu, Veda gagal mengikuti balapan meski sebelumnya berhasil mengamankan pole position.

Di Malaysia, Veda kembali menunjukkan mentalitas petarung. Meski harus memulai balapan dari baris ketiga, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk ke persaingan barisan depan.

Begitu lampu start padam, Maximo Quiles yang memulai balapan dari pole position langsung terlibat persaingan ketat dengan David Almansa. Almansa bahkan berhasil mengambil alih pimpinan lomba di Tikungan 2.

Sementara itu, Veda sempat turun ke posisi kesembilan. Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Ia mulai memperbaiki posisi dan menutup lap pertama di urutan kelima.

Persaingan di kelompok depan semakin menarik dengan kehadiran Quiles, Almansa, Alvaro Carpe, Hakim Danish, dan Veda. Kelima pembalap tersebut saling bergantian mengambil posisi dalam perebutan podium.

Memasuki lap kelima, Quiles berhasil merebut posisi terdepan setelah menyalip Almansa di Tikungan 15. Pembalap Spanyol itu kemudian mulai membangun jarak dari para pesaingnya.

Baca Juga  Ducati Buka Penjualan Tiket Tribun Khusus di Mugello untuk MotoGP Italia 2026

Di belakang Quiles, Veda terus menunjukkan perkembangan. Satu demi satu rival berhasil dilewatinya hingga pembalap Indonesia tersebut masuk ke posisi tiga besar pada lap kedelapan.

Tidak berselang lama, Veda sukses mengambil alih posisi kedua. Namun, perjuangannya belum selesai. Carpe, Almansa, dan Danish terus memberikan tekanan sehingga posisi podium masih sangat terbuka.

Ketegangan meningkat ketika balapan memasuki empat lap terakhir. Veda sempat kehilangan posisi dan turun ke urutan keempat setelah disalip Carpe dan Danish.

Meski demikian, Veda tidak menyerah. Dengan tiga lap tersisa, ia kembali melancarkan serangan dan berhasil merebut posisi kedua.

Situasi semakin menegangkan pada lap terakhir. Carpe dan Danish terus mencari celah untuk melewati Veda. Bahkan, Danish sempat mencoba melakukan manuver menjelang tikungan terakhir, tetapi justru melebar.

Carpe kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengamankan posisi ketiga. Sementara Veda mampu menjaga konsistensi dan mempertahankan posisi kedua hingga melewati garis finis.

Maximo Quiles keluar sebagai pemenang dengan keunggulan hampir empat detik. Veda menyusul di posisi kedua, sedangkan Carpe melengkapi podium ketiga. Hakim Danish harus puas finis di urutan keempat.

Bagi Veda, keberhasilan ini menjadi pencapaian penting. Start dari posisi kedelapan dan finis kedua menunjukkan kemampuannya bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3, sekaligus menegaskan potensinya di musim debut.

Baca Juga  Indonesian GP 2023: MotoGP Mandalika Tuai Kesuksesan, Pacu Ekonomi dan Pariwisata Tanah air

Dari Pertarungan Sengit ke Belalang Goreng di Podium

Keseruan GP Malaysia ternyata tidak berhenti setelah para pembalap menyelesaikan balapan. Ada momen unik yang turut mencuri perhatian saat perayaan podium.

Veda Ega Pratama menghadirkan kejutan dengan menawarkan belalang goreng kepada sang pemenang, Maximo Quiles.

Pemandangan tersebut menjadi hiburan tersendiri setelah para pembalap melewati persaingan ketat di lintasan. Jika sebelumnya mereka saling berebut posisi dengan kecepatan tinggi, suasana podium justru berubah lebih santai dan penuh keakraban.

Belalang goreng yang ditawarkan Veda menjadi kejutan tak biasa bagi Quiles. Momen itu sekaligus memperlihatkan sisi jenaka pembalap muda Indonesia tersebut di luar persaingan balap.

Di lintasan, Veda tampil agresif dan penuh determinasi. Namun, ketika berada di podium, ia mampu mencairkan suasana dengan cara sederhana yang mengundang perhatian.

Sepang pun menjadi akhir pekan istimewa bagi Veda. Bukan hanya karena berhasil mengubah posisi start kedelapan menjadi finis kedua, tetapi juga karena menghadirkan cerita unik yang membuat penampilannya semakin berkesan.

Dua podium dalam musim debut Moto3 menjadi modal berharga bagi perjalanan kariernya. Dan di tengah persaingan kelas dunia, Veda membuktikan bahwa pembalap Indonesia juga mampu tampil kompetitif sekaligus mem bawa warna tersendiri ke panggung internasional. (Acil)

MURSYID