Tim Gen V SMAN 21 Jakarta Juara National Innovation Challenge BASF-PJI
4 mins read

Tim Gen V SMAN 21 Jakarta Juara National Innovation Challenge BASF-PJI

VakansiInfo, Jakarta – Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta berhasil meraih gelar juara dalam babak final National Innovation Challenge, kompetisi yang menjadi puncak program Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) untuk mendorong generasi muda mengembangkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan dan sosial.

Babak final digelar di kantor BASF Indonesia, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Sebanyak 50 siswa yang tergabung dalam 10 tim finalis mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri.

Mereka merupakan bagian dari 100 siswa yang sejak April 2026 mengikuti program tersebut dalam 20 tim dari 16 SMA di wilayah Jabodetabek. Pada babak final, 10 tim terpilih mempresentasikan inovasi yang dikembangkan berdasarkan persoalan yang mereka temukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Berbagai gagasan yang muncul antara lain berkaitan dengan limbah makanan, limbah tekstil dan organik, pencemaran lingkungan, keterbatasan akses air bersih, hingga kebutuhan sumber energi alternatif.

Dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), para siswa mengembangkan persoalan tersebut menjadi konsep produk, perangkat berbasis teknologi, hingga platform digital.

Enam Tema Keberlanjutan

Inovasi para finalis terbagi dalam enam tema utama, yakni Aksi Iklim, Air dan Sanitasi, Konsumsi Bertanggung Jawab, Ekonomi Sirkular dan Pengurangan Limbah, Energi Berkelanjutan, serta Solusi Digital untuk Keberlanjutan.

Sejumlah solusi memanfaatkan material sisa menjadi produk bernilai tambah. Ada pula gagasan yang menggunakan teknologi untuk mendukung pengelolaan air dan energi, termasuk pemanfaatan AI, sensor, aplikasi digital, dan analisis data.

Baca Juga  Gowes Sambil Bersihkan Sungai Ciliwung, Jenal Mutaqin Ajak Komunitas Sepeda Jaga Lingkungan Kota Bogor

Dalam kompetisi tersebut, setiap tim mempresentasikan masalah yang ingin diselesaikan, konsep solusi, manfaat, target pengguna, hingga rencana pengembangan prototipe.

Peserta juga mendapatkan masukan dari dewan juri yang berasal dari unsur dunia usaha, pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.

Rurry Fatchurrachman, Kasubtim Peserta Didik, Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengubah pengetahuan menjadi aksi.

“Program ini memberi ruang bagi siswa untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ujar Rurry.

Menurutnya, proses mengenali persoalan dan mengembangkan solusi juga membantu siswa mengasah penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Sementara itu, Presiden Direktur BASF Indonesia Dr. Christofer Arisandy mengatakan transisi menuju ekonomi berkelanjutan membutuhkan generasi muda yang mampu memahami persoalan di sekitarnya sekaligus menciptakan solusi yang relevan.

“Melalui program Young Voices for a Sustainable Future, para siswa dipacu untuk menunjukkan bahwa inovasi dapat berawal dari permasalahan sehari-hari dan berkembang menjadi gagasan yang memberikan dampak nyata melalui riset, kreativitas, dan kolaborasi,” katanya.

Kembangkan Solusi dari Masalah Sehari-hari

Program Young Voices for a Sustainable Future menggunakan pendekatan design thinking. Para siswa diajak mengamati lingkungan sekitar, memahami pihak yang terdampak, kemudian menentukan persoalan yang ingin mereka selesaikan.

Setelah itu, mereka melakukan riset, menyusun konsep, dan mengembangkan proposal inovasi secara berkelompok. Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor BASF untuk mempertajam perumusan masalah, menentukan target pengguna, serta menyusun rencana pengembangan prototipe.

Baca Juga  Komunitas Sahabat Ciliwung Depok Berhasil Raih Juara I Dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai Tingkat Provinsi Jawa Barat

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati mengatakan siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung dalam mencari solusi, bukan hanya memperoleh informasi mengenai persoalan lingkungan.

“Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang masalah lingkungan. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu penyebab masalah, mencoba berbagai gagasan, bekerja sama, menerima masukan, dan memperbaiki solusi yang mereka kembangkan,” ujar Utami.

O2H Jadi Inovasi Tim Gen V

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta keluar sebagai pemenang National Innovation Challenge.

Tim tersebut mengembangkan O2H: Atmospheric Water Harvesting System, sebuah gagasan yang berangkat dari persoalan keterbatasan akses air bersih.

Perwakilan Tim Gen V, Muhammad Rizqi Sugianto, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk mengubah kelembapan udara menjadi air melalui proses penyaringan dan sterilisasi.

“O2H berawal dari kepedulian kami terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami sejumlah rumah tangga dan komunitas, terutama saat musim kemarau,” ujar Rizqi.

Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus belajar dan menyempurnakan inovasi agar dapat dikembangkan lebih lanjut.

Melalui program ini, BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia mendorong siswa tidak hanya memahami berbagai tantangan lingkungan dan sosial, tetapi juga berlatih mengembangkan solusi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana persoalan yang ditemukan di lingkungan terdekat dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan inovatif ketika siswa mendapatkan ruang untuk melakukan riset, berkolaborasi, dan menguji ide mereka. (Eff)

About The Author