pertumbuhan kopi di e-commerce

VakansiInfo – Kategori kopi mencatatkan kinerja paling gemilang di kanal e-commerce sepanjang Januari hingga November 2025. Berdasarkan data terbaru Compas Market Insight Dashboard, nilai penjualan kopi melonjak hingga 120 persen secara tahunan (YoY), dari sebelumnya Rp1,1 triliun menjadi Rp2,4 triliun.

Lonjakan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan volume penjualan, tetapi juga oleh naiknya nilai transaksi per unit. Tercatat, jumlah produk kopi yang terjual meningkat dari 23 juta unit pada 2024 menjadi 29 juta unit pada 2025, atau tumbuh sekitar 26 persen.

Tak hanya itu, harga rata-rata per unit kopi juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp46.000 menjadi Rp81.000 per unit, atau naik sekitar 75 persen.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menjelaskan bahwa tren tersebut menunjukkan perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja kopi secara online.

“Lonjakan permintaan dan kenaikan harga rata-rata mengindikasikan bahwa konsumen kini semakin terbiasa membeli kopi dalam kemasan besar, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun stok jangka panjang,” ujar Narendrata.

Salah satu faktor utama yang mendorong pesatnya pertumbuhan kategori kopi di e-commerce adalah pergeseran ke format kemasan karton. Berdasarkan analisis Compas.co.id, format karton mencatatkan pertumbuhan nilai penjualan hingga 563 persen, jauh melampaui format kemasan lain yang hanya tumbuh sekitar 53 persen.

Baca Juga  Berkah Ramadan Jadi Momentum Penting Bagi Pelaku E-Commerce Tingkatkan Penjualan

“Kenaikan ini mencerminkan strategi belanja baru konsumen e-commerce yang lebih mengutamakan kemasan besar demi efisiensi,” lanjut Narendrata.

Selain perubahan format kemasan, pergeseran peran penjual juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ini. Semakin banyak distributor besar yang kini aktif menjual produk kopi secara langsung melalui e-commerce. Kondisi ini memudahkan konsumen untuk membeli kopi dalam jumlah besar dengan harga yang lebih kompetitif, sekaligus memperluas distribusi produk ke berbagai wilayah di Indonesia.

Narendrata menambahkan, kehadiran format kemasan besar juga berdampak pada peningkatan basket size serta repeat purchase yang lebih stabil, terutama melalui penjual grosir dan distributor. Hal ini menjadi indikator penting dalam perumusan strategi penjualan online di tahun 2026.

Tren positif ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri F&B untuk segera menyesuaikan strategi e-commerce mereka ke depan. Penyesuaian format kemasan, optimalisasi peran distributor, serta perencanaan kampanye bundling dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun mendatang. (Mur)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts