
VakansiInfo, Jakarta – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) resmi melepas keberangkatan peserta program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas dari Terminal Tipe A Kampung Rambutan.
Sebanyak 88 pemudik diberangkatkan menggunakan dua bus khusus disabilitas dengan tujuan Palembang dan Solo.
Sekretaris Jenderal Kemenhub, Arif Toha Tjahjagama, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga bertujuan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Program ini hadir untuk membantu masyarakat berkebutuhan khusus agar bisa mudik dengan biaya terjangkau, sekaligus menekan penggunaan sepeda motor yang berisiko tinggi untuk perjalanan jarak jauh,” ujarnya.
Program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas sendiri sudah berjalan sejak 2019. Sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, program ini kembali dilanjutkan sejak 2023 hingga saat ini.
Para peserta berasal dari berbagai komunitas disabilitas yang sebelumnya telah mendaftar melalui formulir yang disediakan. Mereka mendapatkan fasilitas tiket mudik gratis untuk perjalanan pulang dan pergi.
Selain melalui jalur darat, Kemenhub juga telah menggelar program serupa dengan moda transportasi lain. Pada 13 Maret 2026, mudik gratis dilakukan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan bus dari BSI Tower pada 17 Maret. Selanjutnya, program akan berlanjut menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen.
Secara keseluruhan, dalam program Mudik Gratis Angkutan Jalan 2026, Kemenhub menyediakan kuota hingga 15.834 penumpang serta fasilitas pengangkutan 240 unit sepeda motor menuju 34 kota di Pulau Jawa dan Sumatra.
Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dari sejumlah terminal di wilayah Jabodetabek.
Arif berharap program ini dapat menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat.
“Saya berpesan agar selama perjalanan tetap menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga ketertiban agar perjalanan lancar hingga tiba di kampung halaman,” tutupnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan mudik yang lebih inklusif sekaligus menekan risiko kecelakaan selama arus Lebaran. (Mur)
