Menkes Dorong Deteksi Dini Kanker, Bogor Oncology Summit SWICC 2026 Hadirkan Edukasi hingga 500 Skrining Gratis
3 mins read

Menkes Dorong Deteksi Dini Kanker, Bogor Oncology Summit SWICC 2026 Hadirkan Edukasi hingga 500 Skrining Gratis

VakansiInfo, Bogor – Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, yang digelar bertepatan dengan peringatan satu tahun Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC).

Forum ilmiah yang berlangsung di Bogor ini tidak hanya menjadi ajang bertemunya para dokter spesialis onkologi dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menghadirkan berbagai program edukasi dan layanan kesehatan yang ditujukan langsung kepada masyarakat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat agar semakin banyak kasus kanker dapat ditemukan sejak stadium awal.

Menurutnya, skrining atau pemeriksaan dini memiliki peran penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien sekaligus menekan angka kematian akibat kanker yang masih cukup tinggi di Indonesia.

“Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

SWICC Hadirkan Layanan Kanker Terpadu dalam Satu Tempat

Peringatan satu tahun SWICC juga menjadi momentum memperkenalkan berbagai penguatan layanan kanker terpadu yang kini tersedia bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, Depok, dan daerah sekitarnya.

Baca Juga  Layanan Operasi Jantung Terbuka Kini Tersedia di 27 Provinsi, Ditargetkan Merata di Seluruh Indonesia pada 2026

Presiden Director Sentra Medika Hospital Group, Dr. drg. Eddy Suharso, S.H., M.Kes, menjelaskan bahwa SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, yaitu layanan yang memungkinkan pasien memperoleh pendampingan sejak tahap edukasi, skrining, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

Dengan konsep tersebut, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, efektif, dan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bahas Perkembangan Terbaru Penanganan Kanker

Bogor Oncology Summit SWICC 2026 menghadirkan lebih dari 30 dokter spesialis onkologi dari berbagai rumah sakit di Indonesia.

Para peserta mendapatkan pembaruan ilmu mengenai penanganan berbagai jenis kanker, mulai dari kanker payudara, paru-paru, serviks, kolorektal, hingga leukemia.

Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi antar tenaga kesehatan untuk berbagi pengalaman klinis sekaligus memperkuat jejaring layanan kanker di berbagai daerah.

Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani, MARS, CRMP, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mendorong standarisasi pelayanan kanker yang semakin baik dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terkini.

Ada 500 Skrining Kanker Gratis untuk Masyarakat

Tak hanya menyasar kalangan tenaga medis, SWICC juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan deteksi dini melalui program 500 skrining kanker gratis.

Baca Juga  Hari Kanker Sedunia: Kementerian Kesehatan Dan AstraZeneca Menghimbau Masyarakat Untuk Ambil Kendali Dan Lakukan Skrining Kanker Sejak Dini

Program tersebut mencakup pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan preventif.

Selain pemeriksaan, SWICC juga menggelar kampanye edukasi bertajuk “Stronger in Awareness, Together in Detection” melalui webinar nasional dan seminar kesehatan yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, Indonesia memiliki lebih dari 1,13 juta penyintas kanker, dengan sekitar 474 ribu kasus baru dan lebih dari 283 ribu kematian setiap tahunnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Bogor Oncology Summit SWICC 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mengenali gejala sejak dini, menjalani pemeriksaan secara berkala, serta tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Dengan semakin luasnya akses terhadap edukasi, skrining, dan layanan kanker terpadu, peluang untuk menemukan kanker pada stadium awal pun semakin besar, sehingga kualitas hidup pasien dapat terus ditingkatkan. (Mur)

About The Author