O, – Nol Koma #1 Hidupkan Kembali Malioboro sebagai Ruang Kreatif Lintas Generasi
3 mins read

O, – Nol Koma #1 Hidupkan Kembali Malioboro sebagai Ruang Kreatif Lintas Generasi

VakansiInfo, Yogyakarta – Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta akan kembali menjadi ruang perjumpaan para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif melalui gelaran O, – Nol Koma #1 bertajuk Ruang Awal, Ruang Bersama yang akan berlangsung pada 10 Juli 2026.

Acara yang digagas oleh komunitas Malioboro Classical Jogja ini hadir sebagai upaya merawat ingatan kolektif sekaligus menghidupkan kembali peran Malioboro sebagai ruang budaya yang terbuka bagi siapa saja.

Bagi banyak pelaku seni dan budaya, Malioboro bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini memiliki sejarah panjang sebagai ruang tumbuh yang melahirkan banyak penyair, musisi, pelukis, budayawan, akademisi, hingga tokoh-tokoh yang memberi warna bagi perjalanan kebudayaan Indonesia.

Selama puluhan tahun, Malioboro dikenal sebagai tempat lahirnya berbagai gagasan, karya seni, dan jaringan kreatif yang berkembang secara organik di ruang publik.

Semangat tersebut semakin relevan mengingat Jalan Malioboro merupakan bagian penting dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2023. Namun lebih dari sekadar warisan fisik, kekuatan Malioboro terletak pada tradisi dialog, perjumpaan, dan proses kreatif yang tumbuh di dalamnya.

Baca Juga  Komunitas Pekerja Seni Bogor Bersama Trotoar Kreatif Gelar Diskusi Publik Pitulasan Edisi Ke-3 "Kota Bogor: Sejarah, Realitas dan Masa Depan"

Tak heran jika Malioboro kerap dijuluki sebagai “kampus jalanan”, tempat belajar yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial maupun pendidikan formal.

Melalui O, – Nol Koma #1, ruang kreatif tersebut dihadirkan kembali dengan mempertemukan pengalaman para seniman senior dan energi generasi muda dalam satu panggung kolaborasi.

Hadirkan Musisi, Penyair, dan Seniman Lintas Generasi

Gelaran ini akan menampilkan berbagai musisi dan kelompok seni yang memiliki kedekatan dengan perjalanan budaya Malioboro, di antaranya:

  • Sirkus Barock
  • Akrosh
  • Alceena Inside
  • Beauty Disaster
  • Diar Sahudi & Friends
  • Kukuh Kudamai
  • Jagger
  • Frida
  • Lia Yures
  • Aan Stones
  • Partikelir
  • Tjongpick
  • Kelompok Penyanyi Jalanan Malioboro

Selain pertunjukan musik, acara ini juga menghadirkan pembacaan puisi dan sastra yang melibatkan sejumlah penyair dan pegiat literasi seperti Doni Haryo, Sekartaji Ayuwangi, Luwi Darto, Dinar Roos, Ahmad Jalidu, Silvia Anggreni Purba, hingga Daniel Godan.

Berbagai aktivitas seni rupa dan kolaborasi komunitas kreatif juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Peresmian Simbolik Monumen Umbu Landu Paranggi

Salah satu agenda penting dalam O, – Nol Koma #1 adalah peresmian simbolik Monumen Umbu Landu Paranggi oleh Wali Kota Yogyakarta.

Baca Juga  Ingin Liburan Akhir Tahun yang Berkesan? Ini dia Promo liburan Tahun Baru di Yogyakarta yang Dekat Malioboro

Sosok yang dikenal sebagai “Presiden Malioboro” tersebut dipilih sebagai tokoh pertama dalam program memorial budaya yang digagas penyelenggara.

Monumen ini nantinya tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga sarana edukasi publik yang dilengkapi kode QR untuk mengakses arsip digital, dokumentasi, karya, dan perjalanan hidup Umbu Landu Paranggi.

Monumen fisik secara permanen dijadwalkan hadir pada penyelenggaraan O, – Nol Koma #2 yang akan mengangkat tema Merawat Jejak, Merajut Waktu.

Titik Awal Ruang Budaya Baru

Nama “O, – Nol Koma” dipilih untuk menggambarkan bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari titik kecil.

Karena itu, acara ini bukan sekadar mengenang masa lalu Malioboro, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya generasi baru pelaku seni dan budaya yang akan melanjutkan tradisi kreatif kawasan tersebut.

Melalui O, – Nol Koma #1, Malioboro diharapkan kembali menjadi ruang dialog, ruang apresiasi, dan ruang tumbuh bagi berbagai gagasan serta karya yang memperkaya kehidupan budaya Yogyakarta. (Eff)

About The Author