Gerakan Literasi Putra Bangsa Masuki Tahun Kedua, Bangun Budaya Belajar dari Desa
4 mins read

Gerakan Literasi Putra Bangsa Masuki Tahun Kedua, Bangun Budaya Belajar dari Desa

VakansiInfo, Bogor – Upaya membangun budaya belajar tidak selalu harus dimulai dari ruang pendidikan formal. Di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, semangat tersebut tumbuh melalui Gerakan Literasi Putra Bangsa (GLPB) yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

Digagas oleh Daya Putra Bangsa, Gerakan Literasi Putra Bangsa memasuki periode kedua sejak Agustus 2026 hingga Agustus 2027. Berbagai kegiatan pendidikan dan literasi digelar setiap Sabtu sore dan Minggu di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin, Desa Cipicung.

Program tersebut secara resmi diresmikan pada 2 Agustus 2026. Kegiatannya tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kursus matematika, bahasa Inggris, komputer dasar, penyuluhan, pelatihan kesenian, diskusi, bedah buku, hingga pemutaran film edukatif.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang belajar tambahan bagi anak-anak sekaligus tempat bertemunya relawan, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat.

Gerakan Literasi Putra Bangsa Masuki Tahun Kedua, Bangun Budaya Belajar dari Desa

Berawal dari Lingkungan Lokal

Ketua Gerakan Literasi Putra Bangsa, Isti Wuryanti, mengatakan gerakan untuk mencerdaskan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan paling dekat.

Menurutnya, kegiatan yang dijalankan secara konsisten di tingkat lokal dapat menjadi langkah awal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menginspirasi lingkungan lain melakukan hal serupa.

“Bagi kami, kegiatan yang menampung antusiasme belajar anak-anak di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, ini menjadi titik awal untuk bisa berkontribusi. Asal konsisten dan kreatif, insyaallah akan memberikan dampak positif yang pada gilirannya menjadi inspirasi bagi setiap desa untuk menyelenggarakan kegiatan serupa,” ujar Isti.

Baca Juga  Ribuan Buku Hadir di Bogor Book Fair 2026, Dorong Minat Baca Masyarakat

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang berinisiatif membangun ruang belajar secara mandiri. Dengan cara tersebut, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dapat tumbuh dari lingkungan tempat anak-anak tinggal.

Ruang-ruang belajar tersebut diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, produktif, dan memiliki karakter.

Gerakan Literasi Putra Bangsa Masuki Tahun Kedua, Bangun Budaya Belajar dari Desa

Pentingnya Konsistensi Gerakan Literasi

Pembina Daya Putra Bangsa, Heri Cokro, menilai keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam gerakan literasi.

Menurutnya, program yang dilaksanakan secara konsisten dapat menjadi pelengkap bagi proses pembelajaran anak di sekolah formal.

Ia menyebut Gerakan Literasi Putra Bangsa saat ini didukung dua taman baca, yakni Taman Baca Putra Bangsa di Kampung Pancasan, Rancamaya, Kota Bogor, dan Taman Baca Nyala Aksara di Kampung Pasirangin, Kabupaten Bogor.

Keduanya menjadi bagian dari agenda literasi yang mencakup berbagai kegiatan pembelajaran.

“Apa yang dilakukan Gerakan Literasi Putra Bangsa dengan dua taman baca yang mengagendakan beragam bentuk program literasi, selain membantu anak menguatkan pembelajaran di sekolah formal juga memberikan tambahan nutrisi bagi terciptanya generasi yang cerdas, tangguh, dan mandiri,” tutur Heri.

Dukungan MaPa Foundation

Keberlangsungan kegiatan GLPB juga mendapat dukungan dari Maha Padma Parartha Foundation (MaPa Foundation).

Ketua MaPa Foundation, Juliani Luthan, mengatakan pihaknya telah berkolaborasi dengan Daya Putra Bangsa selama hampir tiga tahun, terutama melalui penyediaan buku bacaan, perlengkapan belajar, serta pendampingan kegiatan kursus dan penyuluhan.

Menurut Juliani, kegiatan tersebut sejalan dengan tiga pilar misi MaPa Foundation, yaitu meningkatkan minat literasi anak-anak, mengembangkan keterampilan aplikatif seperti bahasa asing dan komputer dasar, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.

Baca Juga  Jelang HUT RI ke-81, Sawala Dasa Wacana #15 Gali Makna Kemerdekaan dari Kearifan Lokal Sunda

“Kami dari MaPa Foundation mendukung setiap aktivitas pendidikan yang dilaksanakan dalam kerja sama bergandengan dengan Yayasan Daya Putra Bangsa. Kegiatan ini sangat selaras dengan tiga pilar misi dari MaPa Foundation,” ungkap Juliani.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat ikut mempersiapkan generasi muda agar memiliki kesiapan mental, intelektual, spiritual, serta keterampilan untuk menghadapi masa depan.

Mahasiswa dan Relawan Turut Terlibat

Memasuki Agustus 2026, GLPB telah menjalankan sejumlah kursus yang berlangsung setiap Minggu. Beberapa di antaranya adalah komputer dasar, matematika, bahasa Inggris, dan membaca.

Kegiatan tersebut melibatkan relawan dan pamong belajar dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa UIK, HMI Kota Bogor, Unida, serta relawan Daya Putra Bangsa.

Sejumlah relawan yang terlibat antara lain Anin Nurbawiyah, Siti Fitriani, Siti Aulia Septiani, Mulyadi, Jalu Raksaka, Suryani, dan Abdul Gani.

Dengan program yang berlangsung hingga Agustus 2027, Gerakan Literasi Putra Bangsa diharapkan dapat terus berkembang. Bukan hanya menjadi tempat belajar tambahan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama yang mempertemukan anak, relawan, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat.

Dari lingkungan lokal, gerakan tersebut berupaya menumbuhkan budaya belajar sekaligus memperkuat pendidikan berbasis masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa. (Ckr03/red)

About The Author