Kriyanusa 2026 Berakhir, Dekranasda Papua Pegunungan Dorong Produk UMKM Mendunia
2 mins read

Kriyanusa 2026 Berakhir, Dekranasda Papua Pegunungan Dorong Produk UMKM Mendunia

VakansiInfo, Jakarta – Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 memasuki hari terakhir pada Rabu (30/9/2026). Sejumlah stan peserta masih ramai dikunjungi masyarakat, termasuk stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua Pegunungan yang menampilkan beragam produk kerajinan dan olahan khas daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3KB) Kabupaten Nduga, Ny. Rode Nirigi Giban, SKM, mengungkapkan rasa syukur atas keikutsertaan dalam pameran berskala nasional tersebut.

Ia mengatakan, Papua Pegunungan memiliki delapan kabupaten yang menjadi bagian dari wilayah provinsi tersebut.

Dalam pameran Kriyanusa, produk-produk dari daerah Papua Pegunungan diperkenalkan kepada pengunjung melalui berbagai karya perajin dan pelaku UMKM.

“Papua Pegunungan ada 8 kabupaten, dan yang hari ini hadir di Kriyanusa adalah 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Waropen,” ujar Rode Nirigi saat ditemui di lokasi pameran.

Beragam produk unggulan yang ditampilkan antara lain noken, baju noken, gelang, produk kesehatan tradisional, hingga buah merah khas Papua.

Kriyanusa 2026 Berakhir, Dekranasda Papua Pegunungan Dorong Produk UMKM Mendunia

Keikutsertaan dalam Kriyanusa menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus melihat peluang pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Perkuat Hubungan Diplomatik, Polandia Dorong Kerja Sama Industri Gim dan Ekonomi Kreatif dengan Indonesia

Rode mengatakan, para pelaku UMKM dari Papua Pegunungan juga terus meningkatkan koordinasi dalam mengembangkan produk kerajinan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kerja sama dengan para perajin di wilayah Jawa dan Bali untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk.

Menurutnya, hasil penjualan selama pameran juga memberikan pengalaman positif bagi para pelaku UMKM yang membawa produk unggulan dari daerah masing-masing.

Keikutsertaan dalam pameran nasional tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi kerajinan Papua Pegunungan sekaligus membangun jejaring dengan pasar yang lebih luas.

Rode berharap kegiatan seperti Kriyanusa dapat terus menjadi ruang promosi bagi produk UMKM dari berbagai kabupaten sehingga semakin dikenal masyarakat, termasuk membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional.

“Harapan kami ke depan, apa yang menjadi UMKM per kabupaten bisa mengangkat ke depan dan bisa dikenal dunia. Dan saat ini, apa pun yang kami bawa sudah banyak yang laku,” pungkas Rode Nirigi.

Melalui partisipasi dalam pameran kerajinan nasional, Dekranasda Papua Pegunungan mendorong produk lokal tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah, tetapi juga berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah. (Sam)

About The Author