Paundra Hanutama Raih Master Kedua di Paris, Kembali Fokus pada Konservasi Mangrove Indonesia
3 mins read

Paundra Hanutama Raih Master Kedua di Paris, Kembali Fokus pada Konservasi Mangrove Indonesia

VakansiInfo, Jakarta – Paundra Hanutama resmi meraih gelar master keduanya setelah menyelesaikan program Master of Science in Sustainability Management di Schiller International University, Paris, melalui Global Citizen Scholarship.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Paundra dalam memperkuat kompetensi di bidang keberlanjutan sekaligus mendukung kiprahnya dalam konservasi mangrove di Indonesia.

Setelah menyelesaikan studi di Paris, Paundra memilih kembali memfokuskan aktivitasnya di Indonesia melalui Mangrove Jakarta. Sejumlah bidang menjadi perhatian utama, mulai dari konservasi ekosistem pesisir, edukasi lingkungan, pemberdayaan generasi muda, hingga sustainable entrepreneurship.

Menurut Paundra, pengalaman belajar di lingkungan internasional memberinya perspektif baru mengenai penerapan sustainability melalui kolaborasi, inovasi, dan pendekatan berbasis masyarakat.

“Meraih master kedua melalui Global Citizen Scholarship merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi saya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang saya dapatkan dapat saya bawa kembali ke Indonesia,” ujar Paundra Hanutama.

Ia menilai keberlanjutan membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, aksi, inovasi, dan kewirausahaan. Karena itu, ilmu yang diperolehnya selama berada di Paris ingin diterjemahkan menjadi berbagai program yang relevan dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat Indonesia.

Perkuat Peran Generasi Muda dalam Konservasi

Paundra dikenal sebagai “Bapak Mangrove Milenial Indonesia” karena kiprahnya dalam mengembangkan gerakan konservasi sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan.

Melalui program Duta Mangrove Indonesia, ia membuka ruang bagi generasi muda untuk menjadi edukator sekaligus penggerak kampanye pelestarian mangrove.

Komitmen tersebut kemudian diperluas melalui Mangrove Impact Fellowship. Program ini mempertemukan anak muda dari berbagai negara untuk belajar dan terlibat langsung dalam konservasi mangrove di Indonesia.

Program tersebut telah menghadirkan delegasi anak muda dari 14 negara, sekaligus membangun jejaring internasional yang mempertemukan beragam perspektif mengenai lingkungan dan keberlanjutan.

Bagi Paundra, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar gerakan konservasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan lintas generasi.

“Saya tidak ingin anak muda hanya menjadi peserta dalam kegiatan lingkungan. Saya ingin mereka menjadi bagian dari proses, belajar, menciptakan inovasi, membangun entrepreneurship, dan pada akhirnya menjadi pemimpin yang mampu membawa isu lingkungan ke level yang lebih besar,” katanya.

Menghubungkan Konservasi dengan Kewirausahaan

Perjalanan akademik Paundra juga berlanjut melalui program Doctor of Management (Entrepreneurship) di Universitas Ciputra, Surabaya, yang telah ditempuh sejak 2025.

Penelitiannya berfokus pada innovation, entrepreneurial orientation, and market acceptance of mangrove-based products, dengan perhatian pada sustainability, ketahanan UMKM, serta strategi ekosistem.

Fokus tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menemukan pendekatan yang dapat menghubungkan pelestarian mangrove dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Paundra melihat produk berbasis mangrove memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekonomi berkelanjutan apabila dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek ekologis sekaligus kebutuhan pasar.

Melalui penelitian tersebut, ia ingin memperkuat pemahaman mengenai bagaimana konservasi, inovasi, kewirausahaan, dan ketahanan UMKM dapat berjalan secara beriringan.

Empat Fokus Mangrove Jakarta

Sepulang dari Paris, Paundra akan memperkuat sejumlah program Mangrove Jakarta dengan empat fokus utama, yakni konservasi, edukasi, pemberdayaan generasi muda, dan sustainable entrepreneurship.

Ruang belajar bagi generasi muda juga akan diperluas melalui berbagai kegiatan, mulai dari penanaman mangrove, edukasi lingkungan, fellowship, penelitian, kampanye, hingga pengembangan produk berbasis mangrove.

Menurut Paundra, gerakan lingkungan tidak cukup hanya mengajak masyarakat melakukan penanaman. Lebih jauh, diperlukan proses membangun pengetahuan, kapasitas, inovasi, dan peluang ekonomi.

“Saya ingin terus menanam mangrove, tetapi pada saat yang sama juga menanam pengetahuan, menanam keberanian untuk berinovasi, dan menanam semangat entrepreneurship di kalangan anak muda Indonesia,” tuturnya.

Dengan pengalaman akademik internasional, jejaring dari 14 negara, gelar master kedua, serta pendidikan doktoral yang masih berjalan, Paundra memasuki fase baru dalam perjalanan pengabdiannya di Indonesia.

Melalui Mangrove Jakarta, ia berkomitmen mengembangkan gerakan yang mempertemukan konservasi, pendidikan, pemberdayaan, inovasi, dan kewirausahaan. (Eff)

About The Author