Irfan Ahmad Fauzi Pimpin Apkarindo, Petani Karet Menaruh Harapan Baru
3 mins read

Irfan Ahmad Fauzi Pimpin Apkarindo, Petani Karet Menaruh Harapan Baru

VakansiInfo, Jakarta – Harapan baru tumbuh di tengah para petani karet Indonesia. Irfan Ahmad Fauzi resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) periode 2026–2031.

Pengukuhan berlangsung di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Bagi para petani, hadirnya kepengurusan baru Apkarindo diharapkan membawa perubahan nyata. Bukan hanya soal harga karet, tetapi juga kemudahan memperoleh pupuk, peningkatan kualitas hasil kebun, hingga peluang pendidikan bagi anak-anak petani.

Salah satu harapan itu datang dari Baihaki, petani karet asal Bandung, Jawa Barat.

Ia berharap harga karet dapat kembali memberikan penghasilan yang lebih baik bagi petani seperti beberapa tahun lalu.

“Sekarang per kilogramnya belasan ribu rupiah. Semoga di bawah kepengurusan baru harganya bisa seperti dulu lagi, mencapai Rp28 ribu,” ujar Baihaki.

Menurutnya, persoalan pupuk juga tidak kalah penting.

Ia berharap petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah dan harga yang terjangkau sehingga biaya produksi tidak semakin membebani.

Membawa Karet Kembali Berjaya

Ketua Umum DPP Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi menyadari pekerjaan yang menunggu tidak sederhana.

Sektor karet menghadapi persoalan dari hulu hingga hilir. Harga, produktivitas, kualitas hasil produksi, sarana pertanian, hingga regenerasi petani menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.

Salah satu agenda yang akan diperjuangkan Apkarindo adalah mendorong komoditas karet masuk dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP.

Namun, perjuangan tersebut menurut Irfan harus dimulai dari petani sendiri.

“Pembenahan internal jadi langkah awal. Misalnya, karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tinggi harus dikelola dengan baik, terutama soal kebersihan,” katanya.

Pesannya sederhana, tetapi penting: sebelum berbicara lebih jauh tentang peningkatan nilai karet, kualitas hasil produksi harus terlebih dahulu diperbaiki.

Petani dari Berbagai Penjuru Indonesia Bersatu

Pengukuhan pengurus Apkarindo dihadiri petani dari berbagai wilayah Indonesia.

Ada perwakilan dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tengah.

Mereka datang membawa persoalan yang mungkin berbeda, tetapi memiliki harapan yang sama: kehidupan petani karet harus lebih baik.

“Dimulai dari kita, petani karet. Rakyat bangkit, produksi nasional meningkat sehingga industri ini semakin kuat dengan kerja sama, komitmen, dan doa dari seluruh pihak,” ujar Irfan.

Bukan Hanya Soal Harga

Ada hal menarik dari kepengurusan baru Apkarindo. Perhatian terhadap petani tidak berhenti pada persoalan harga.

DPP Apkarindo bersama BPPSDMP Kementerian Pertanian juga menandatangani kerja sama yang mencakup penguatan kelembagaan, pendampingan kelompok tani, serta program beasiswa untuk anak-anak petani karet.

Beasiswa tersebut ditujukan untuk pendidikan jenjang SMA hingga sarjana.

Langkah ini memberi pesan bahwa membangun sektor perkebunan juga berarti membangun manusia yang berada di baliknya.

Anak-anak petani perlu memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik agar mereka dapat memiliki pilihan masa depan yang lebih luas.

Menanam Harapan Baru

Kepengurusan Apkarindo periode 2026–2031 kini memiliki pekerjaan besar.

Organisasi harus memperkuat konsolidasi petani dari pusat hingga daerah, meningkatkan kualitas produksi, memperjuangkan akses sarana pertanian, serta membangun komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah dan industri.

Bagi petani seperti Baihaki, harapan itu sederhana: harga yang layak, pupuk yang mudah diperoleh, dan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.

Sementara bagi Apkarindo, pekerjaan tersebut harus diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang dapat dirasakan petani.

Karena pada akhirnya, kebangkitan karet Indonesia bukan hanya tentang sebuah komoditas.

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari setiap pohon karet. Ada generasi muda yang membutuhkan pendidikan. Dan ada harapan agar karet kembali menjadi salah satu kekuatan ekonomi perkebunan Indonesia. (Eff)

About The Author