Perempuan Aktif di Era Digital, Saatnya Move, Save, dan Invest untuk Masa Depan
6 mins read

Perempuan Aktif di Era Digital, Saatnya Move, Save, dan Invest untuk Masa Depan

VakansiInfo, Jakarta – Perkembangan teknologi digital membuat cara masyarakat mengelola keuangan ikut berubah. Mulai dari transaksi sehari-hari, menjalankan usaha, menabung, hingga investasi kini semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform digital.

Di tengah perubahan tersebut, kemampuan memahami dan mengelola keuangan menjadi semakin penting, terutama bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam mengatur ekonomi keluarga sekaligus mengembangkan usaha.

Persoalan itu menjadi pembahasan dalam workshop “Perempuan Aktif, Finansial di Era Digital” yang digelar di Kemang Icon, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan ALKI berkolaborasi dengan Bank Raya tersebut diikuti peserta dari Ahli Layanan Kecantikan Indonesia (ALKI) dan Indonesian Women in Transportation and Logistics (IWTL).

Workshop menghadirkan Ketua HIPRINDA DPW DKI Jakarta, Ir. H. Yudhianto Sastrowilogo, M.Re., M.Ec., CPA, sebagai pemateri. Ia mengajak peserta memahami pengelolaan finansial melalui tiga langkah sederhana namun penting, yakni move, save, dan invest.

Bank Raya Dorong Perempuan Makin Mandiri Secara Finansial

Community Branch Leader Bank Raya, Lucky Wibowo, mengatakan perkembangan layanan digital memberikan peluang bagi perempuan untuk semakin mandiri dalam mengelola keuangan.

Menurutnya, teknologi tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menabung, mengatur keuangan, hingga mengembangkan potensi ekonomi.

“Kami ingin mendorong perempuan untuk semakin aktif dan mandiri secara finansial dengan memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, mulai dari menabung hingga berinvestasi. Bank Raya berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui solusi keuangan digital yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Lucky Wibowo.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Raya memperluas edukasi sekaligus akses terhadap layanan keuangan digital, khususnya bagi perempuan.

Melalui semangat Move, Save & Invest, perempuan diharapkan tidak hanya aktif secara produktif, tetapi juga mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan keuangan secara lebih terarah.

Aplikasi Raya Kembangkan Ekosistem Keuangan Digital

Upaya memperluas akses keuangan digital juga dilakukan Bank Raya melalui pengembangan Aplikasi Raya.

Hingga akhir 2025, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan nasabah personal, komunitas, maupun pelaku usaha.

Pengembangan tersebut turut mendorong transaksi Aplikasi Raya tumbuh 16,3 persen secara tahunan menjadi 4,7 juta transaksi sepanjang 2025.

Baca Juga  XM Luncurkan GOLD24-7, Beri Akses Trading Emas hingga Akhir Pekan

Salah satu fitur yang tersedia adalah Saku, yang dapat digunakan untuk membantu mengatur dana sesuai kebutuhan, mulai dari membuat bujet, menyiapkan dana darurat, menabung berdasarkan target, hingga tabungan bersama melalui Saku Bareng.

Bagi pelaku usaha, Saku Bisnis dapat membantu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis sekaligus mengelola berbagai kebutuhan operasional.

Bank Raya juga terus mengembangkan Raya Aktif sebagai bagian dari inovasi layanan digital yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Move: Memanfaatkan Peluang Digital

Dalam pemaparannya, Yudhianto menjelaskan bahwa transformasi digital membuka peluang yang semakin luas bagi perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi.

Layanan seperti mobile banking, dompet digital, QRIS, marketplace hingga social commerce dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, membangun side hustle, maupun memperluas akses pasar.

“Era digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk lebih mandiri secara finansial, berdaya saing, dan mampu membangun keamanan jangka panjang,” ujar Yudhianto.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi kini menjadi bagian dari kecakapan dalam mengelola ekonomi.

Teknologi tidak sekadar digunakan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi dapat menjadi sarana membuka sumber pendapatan baru sekaligus membantu seseorang mengambil keputusan finansial dengan lebih mandiri.

Save: Membangun Kebiasaan Finansial yang Sehat

Langkah berikutnya adalah save, yakni membangun kebiasaan mengelola sekaligus melindungi aset yang dimiliki.

Perempuan didorong untuk tidak hanya menyisihkan uang, tetapi juga menyiapkan dana darurat, merencanakan kebutuhan jangka panjang dan mengatur arus kas secara lebih terukur.

“Menabung bukan lagi sekadar menyisihkan uang di celah anggaran, melainkan membangun dana darurat, merencanakan pendidikan anak, dan mempersiapkan masa pensiun. Dalam keluarga, perempuan sering menjadi manajer keuangan informal; dengan alat digital yang tepat, peran itu bisa dijalankan lebih terukur, transparan, dan tahan guncangan,” jelas Yudhianto.

Selain pengelolaan keuangan, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian.

Penggunaan PIN yang aman, autentikasi dua faktor, verifikasi transaksi, serta kewaspadaan terhadap phishing perlu menjadi kebiasaan ketika menggunakan layanan keuangan digital.

Invest: Kenali Peluang Sebelum Mengambil Risiko

Kemudahan teknologi juga membuat akses terhadap berbagai instrumen investasi semakin terbuka.

Baca Juga  Fast Retailing Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Kuartal I, Proyeksi Setahun Penuh Naik Berkat Pertumbuhan Global UNIQLO

Reksa dana, saham, obligasi ritel hingga emas digital kini dapat diakses melalui berbagai platform dengan modal yang relatif terjangkau.

Namun, Yudhianto mengingatkan bahwa kemudahan tersebut harus dibarengi pemahaman terhadap risiko.

Diversifikasi, perencanaan jangka panjang, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal menjadi hal penting sebelum menentukan instrumen investasi.

“Investasi bukan tentang mengejar keuntungan instan, melainkan tentang diversifikasi, horizon jangka panjang, dan disiplin menghindari skema investasi ilegal,” tegasnya.

Dengan demikian, investasi sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan finansial, bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Peserta Mendapat Wawasan Baru soal Finansial

Peserta workshop juga mendapatkan perspektif baru mengenai berbagai instrumen finansial dan pengelolaan risiko.

Sri Mulyawati, A.Md, Dipl. IBSTAA, CAAW, yang akrab disapa Achi, menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru, termasuk mengenai trading dan diversifikasi investasi.

“Awalnya kami memiliki sedikit pemahaman tentang trading. Namun, setelah mendapatkan penjelasan lebih mendalam, ternyata banyak hal baru yang kami ketahui,” ujar Achi.

Menurutnya, pembahasan tersebut memberikan perspektif yang lebih luas, terutama bagi peserta yang sebelumnya masih memiliki pertanyaan mengenai aktivitas trading dan berbagai instrumen keuangan.

Achi juga menilai konsep diversifikasi menjadi salah satu pelajaran penting yang dapat diterapkan dalam pengelolaan finansial.

Ungkapan “jangan menaruh seluruh telur dalam satu keranjang” menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya diversifikasi.

Dengan membagi dana ke sejumlah instrumen seperti saham, emas, atau obligasi, seseorang dapat membangun strategi pengelolaan risiko yang lebih seimbang.

Workshop tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana perempuan mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana penghasilan tersebut dikelola dan dikembangkan secara bijak.

Perempuan diharapkan dapat semakin percaya diri menjadi pengelola keuangan keluarga, pelaku usaha, sekaligus investor yang memahami peluang dan risiko.

Workshop “Perempuan Aktif, Finansial di Era Digital” diselenggarakan ALKI berkolaborasi dengan Bank Raya, dengan dukungan Pero, XL Smart, MIFX, dan Sindikasi Media Network.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang edukasi dan pertukaran wawasan yang relevan bagi perempuan di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi digital.

About The Author