Guru Tua Memanggil, Alkhairaat Perkuat Persatuan Menuju Satu Abad pada 2030
3 mins read

Guru Tua Memanggil, Alkhairaat Perkuat Persatuan Menuju Satu Abad pada 2030

VakansiInfo, Jakarta – Alkhairaat menyiapkan langkah penguatan organisasi menjelang satu abad pengabdian pada 2030. Salah satu agenda pentingnya adalah Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026.

Silatnas mengusung tema “Mengukuhkan Kepribadian dan Kemandirian Umat Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan keluarga besar Alkhairaat sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Perjalanan menuju satu abad menjadi kesempatan bagi Alkhairaat untuk merefleksikan warisan pendirinya, Guru Tua, serta menyiapkan keberlanjutan pengabdian memasuki abad kedua.

Alkhairaat berdiri pada 14 Muharram 1349 Hijriah atau 1930 Masehi. Organisasi ini berkembang dari kawasan Indonesia Timur dan membangun jaringan pendidikan serta keagamaan di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini, jaringan Alkhairaat disebut menjangkau 28 provinsi dan sekitar 80 kabupaten/kota. Organisasi tersebut memiliki sekitar 2.000 lembaga pendidikan dan tiga perguruan tinggi, serta menaungi sekitar 20 juta jamaah dan simpatisan.

Jaringan pendidikan yang meliputi madrasah, sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi menjadi bagian dari kontribusi Alkhairaat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun karakter generasi muda.

Empat Pesan dalam Seruan Guru Tua Memanggil

Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Samsudin M. Pay, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa tema “Guru Tua Memanggil” memiliki empat makna utama.

Baca Juga  UIA dan Ilalang School Dorong Literasi Digital Berbasis Nilai Islam untuk Bentengi Generasi Muda

Pertama, panggilan khidmah dan tanggung jawab. Seluruh keluarga besar Alkhairaat diajak memberikan kontribusi melalui pemikiran, tenaga, keahlian, maupun materi untuk menjaga keberlanjutan perjuangan organisasi.

Kedua, panggilan persatuan dan konsolidasi. Potensi jamaah dan simpatisan yang tersebar di berbagai daerah perlu disatukan dalam semangat kebersamaan dan koordinasi organisasi.

Ketiga, panggilan untuk menghidupkan kembali nilai ilmu dan akhlak yang diwariskan Guru Tua. Nilai dakwah yang damai, toleran, dan mencerdaskan diharapkan tetap menjadi pedoman, seiring keterbukaan terhadap perkembangan zaman.

Keempat, panggilan pengabdian kepada bangsa dan negara. Alkhairaat ingin terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI dan memperkuat kehidupan kebangsaan.

Empat pesan tersebut menjadi landasan agar Silatnas tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi menghasilkan komitmen dan langkah nyata bagi organisasi.

Perkuat Harmoni dan Pendidikan

Alkhairaat juga ingin mempertahankan karakter dakwah yang menghargai adat dan budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjunjung tinggi kebinekaan.

Nilai tersebut menjadi bagian dari peran organisasi dalam merawat harmoni sosial, terutama di kawasan Indonesia Timur. Keberagaman suku, budaya, dan tradisi dipandang sebagai kekayaan yang perlu dijaga melalui semangat persaudaraan.

Di bidang pendidikan, Alkhairaat terus mengembangkan jaringan lembaga yang dikelola secara mandiri. Ke depan, organisasi ingin memperkuat sistem pendidikan dan kapasitas kelembagaan agar mampu merespons perkembangan teknologi serta digitalisasi.

Baca Juga  124 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Terjun Jadi Dai, Diwisuda di Menara 165 Jakarta

Melalui Silatnas, Alkhairaat juga ingin mendorong perhatian negara terhadap kontribusinya sebagai aset bangsa. Dukungan yang diharapkan meliputi kebijakan fiskal, regulasi, serta sarana dan prasarana untuk menunjang keberlanjutan lembaga pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan.

Panitia juga berharap jasa pendiri Alkhairaat, Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Aljufri, mendapat pengakuan melalui pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Siapkan Abad Kedua Pengabdian

Pengurus Besar Alkhairaat saat ini dipimpin oleh Ketua Umum Sayyid Dr. H. Mohsen Alaydrus, M.M. Melalui kepemimpinan organisasi dan dukungan seluruh keluarga besar, Alkhairaat ingin memperkuat konsolidasi serta menyiapkan arah pengabdian memasuki abad kedua.

Penguatan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pihak juga menjadi bagian dari agenda untuk mendorong kemandirian ekonomi umat serta memperluas manfaat program pendidikan dan sosial.

Dengan semangat “Guru Tua Memanggil”, Silatnas 2026 diharapkan menyatukan kembali langkah seluruh keluarga besar Alkhairaat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju satu abad bukan hanya tentang usia organisasi, melainkan tentang menjaga warisan ilmu, akhlak, persaudaraan, dan pengabdian bagi generasi mendatang. (Mur)

MURSYID