
Arunika Energi Indonesia Dorong Pengelolaan Sampah Modern Lewat Mesin Pencacah Organik Baru
VakansiInfo, Jakarta – Upaya pengelolaan sampah berbasis lingkungan terus berkembang di Indonesia. PT Arunika Energi Indonesia resmi meluncurkan mesin pencacah sampah organik sebagai solusi modern untuk mendukung implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Sumbernya.
Peluncuran sekaligus uji coba mesin dilakukan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dengan melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup sebagai bagian dari evaluasi teknologi dan pengembangan alat.
Mesin pencacah sampah organik ini merupakan inovasi karya anak bangsa yang dirancang untuk membantu pengelolaan sampah di sekolah, lingkungan permukiman, kawasan komersial, hingga fasilitas publik lainnya. Dengan desain compact dan mudah dioperasikan, mesin ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan sampah organik secara lebih efektif dan ramah lingkungan.
Direktur Utama PT. Arunika Energi Indonesia Budi Irawan, mengatakan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap perubahan paradigma pengelolaan sampah di Indonesia.
“Melalui peluncuran mesin pencacah sampah organik ini, kami berharap masyarakat dapat mulai membangun budaya memilah sampah dari sumbernya. Teknologi ini dirancang agar mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan berbagai kawasan di Indonesia,” ujarnya.
Fokus pada Edukasi dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dalam tahap uji coba, mesin mampu mencacah sampah organik dengan kapasitas sekitar 100 hingga 200 kilogram per jam. Hasil cacahan dinilai cukup halus dan dapat dimanfaatkan untuk proses lanjutan seperti pembuatan kompos maupun produk ramah lingkungan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menilai performa mesin sudah cukup baik untuk kebutuhan pengolahan sampah skala masyarakat maupun sekolah.
“Yang paling penting adalah hasilnya. Ternyata hasil pencacahan mesin ini sudah cukup halus. Tinggal peningkatan di sisi proteksi keamanan agar pengguna lebih aman saat memasukkan ranting atau dahan,” ujar Achmad Hariadi.
Selain fokus pada pengembangan teknologi, PT Arunika Energi Indonesia juga akan menghadirkan program edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah, pencacahan, pengomposan, hingga pengelolaan daur ulang.
Program ini sejalan dengan perubahan pola pengelolaan sampah dari konsep lama “kumpul-angkut-buang” menjadi “kurangi-pilah-olah” yang saat ini terus didorong pemerintah.
Sebagai langkah awal implementasi, Arunika Energi Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan sejumlah sekolah percontohan atau pilot project untuk membangun budaya pengelolaan sampah sejak dini.
Ke depan, perusahaan juga berencana mengembangkan mesin versi berbahan bakar BBM agar dapat digunakan di wilayah yang belum memiliki akses listrik memadai.
PT Arunika Energi Indonesia optimistis teknologi pengolahan sampah berbasis sumber dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi volume sampah menuju TPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dihadiri Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat Achmad Hariadi, perwakilan Bazis DKI Jakarta H. Nurminto, serta Sekretaris Jenderal Bamus Betawi H. Yudhie. (Eff)



