Bapanas Ajak Mahasiswa IPB Kembangkan Inovasi Pangan Lokal
2 mins read

Bapanas Ajak Mahasiswa IPB Kembangkan Inovasi Pangan Lokal

VakansiInfo, Bogor – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berperan aktif dalam mengembangkan inovasi pangan lokal yang aman, bergizi, bermutu, dan memiliki nilai jual. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang bagi UMKM dan perekonomian daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam peringatan World Food Day (WFD) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himitepa) IPB University di Kota Bogor, Minggu (18/10/2026).

Andriko menekankan pentingnya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada produk baru, tetapi juga memperhatikan kualitas, keamanan pangan, kandungan gizi, dan nilai jual.

Ia mendorong mahasiswa membangun kolaborasi dengan produsen pangan, termasuk UMKM, agar inovasi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan dan tantangan pelaku usaha.

Kampus juga dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal, antara lain melalui kantin dan berbagai kegiatan mahasiswa.

Pangan Lokal Punya Potensi Ekonomi

Menurut Bapanas, pemanfaatan pangan lokal memiliki manfaat yang lebih luas daripada menyediakan alternatif bahan pangan. Pengembangannya juga berpotensi meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, menggerakkan ekonomi daerah, dan mempertahankan kekayaan kuliner Nusantara.

Baca Juga  Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kementerian/Lembaga Negara, Kemenkumham dan Kemenkeu Selenggarakan Temu Bisnis Tahap VI Tahun 2023

Upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

Andriko menegaskan bahwa pangan lokal perlu tersedia secara konsisten, terjangkau, mudah diperoleh, dan disukai masyarakat agar dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari.

Penerapan prinsip B2SA juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pangan lokal. Potensi bahan pangan di setiap daerah dapat diolah menjadi pilihan menu yang memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghargai budaya makan setempat.

Mahasiswa Didorong Edukasi Masyarakat

Komisi Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Sugiarto, berharap kegiatan inovasi pangan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi sumber pangan yang beragam.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak sumber pangan yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat perlu didorong untuk tidak bergantung pada satu atau dua jenis bahan pangan saja.

WFD 2026 Himitepa IPB mengusung tema “Indonesia Dalam Sepiring Waktu: Satu Hari, Tiga Zona, Sejuta Citarasa Nusantara”. Peringatan tersebut juga membawa pesan “Innovate Today, Nourish Tomorrow”, yang menekankan pentingnya inovasi untuk menjaga pangan masa depan.

Baca Juga  Kemendag Sosialisasi di UMJ, Beli dan Gunakan Produk Dalam Negeri, Selamatkan Ekonomi Bangsa

Dalam kegiatan itu, Bapanas membagikan 1.000 buah pisang secara gratis kepada peserta sebagai bagian dari kampanye peningkatan konsumsi buah dan edukasi pangan bergizi seimbang.

Melalui kegiatan ini, Bapanas mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi berkontribusi dalam pengembangan pangan lokal yang tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Eff)

About The Author