Kongres II Pemuda Kaum Betawi Gaungkan Betawi Revolusi, Dorong Transformasi Budaya dan Kepemimpinan
2 mins read

Kongres II Pemuda Kaum Betawi Gaungkan Betawi Revolusi, Dorong Transformasi Budaya dan Kepemimpinan

VakansiInfo, Jakarta – Semangat menjaga identitas budaya sekaligus menjawab tantangan zaman mengemuka dalam Kongres II Pemuda Kaum Betawi yang digelar di Bale H. Sanusi Konte, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Mengusung tema “Betawi Revolusi: Transformasi Budaya, Kemandirian Ekonomi, dan Kepemimpinan Masa Depan”, forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerak generasi muda Betawi.

Kongres dihadiri tokoh-tokoh Betawi, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan budaya Betawi.

Betawi Revolusi Jadi Semangat Perubahan

Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan, menyampaikan manifesto Betawi Revolusi yang menekankan pentingnya perubahan paradigma organisasi di era modern.

Menurutnya, organisasi tidak lagi cukup menjadi wadah administratif maupun penggalangan massa, tetapi harus berkembang menjadi pusat produksi pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi, serta mampu menghasilkan gagasan yang relevan bagi masyarakat.

Ia menilai masyarakat Betawi memiliki modal sosial, budaya, dan intelektual yang kuat untuk menghadirkan perspektif yang moderat, inklusif, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan peradaban.

Baca Juga  Freedom Call Guncang Jakarta 13 Mei 2026, Siap Bawa Euforia Happy Power Metal!

Soroti Tantangan Masyarakat Betawi

Dalam pidatonya, Masykur juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Betawi, mulai dari semakin berkurangnya kepemilikan lahan akibat pembangunan kota, keterbatasan akses pendidikan dan lapangan pekerjaan, hingga minimnya keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan publik.

Karena itu, menurutnya, masyarakat Betawi harus mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Jakarta, tidak hanya sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan di bidang ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan.

“Diam atau bergerak menjadi pilihan. Pemuda Kaum Betawi memilih untuk bergerak demi menjaga keagungan Betawi. Ini bukan chauvinisme sempit, melainkan ikhtiar menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus perubahan zaman,” ujar Masykur.

Menuju Organisasi 5.0 Berbasis Digital

Kongres juga menegaskan pentingnya transformasi organisasi menuju konsep Organisasi 5.0, yang mencakup pembaruan tata kelola organisasi, sistem kaderisasi, pengelolaan data, produksi pengetahuan, hingga pengembangan ekosistem digital tanpa meninggalkan akar budaya Betawi.

Menurut Masykur, tradisi harus terus hidup sebagai sumber inovasi sosial dan intelektual yang mampu menjawab tantangan masa kini.

Baca Juga  Kualitas Udara di Jakarta Membaik, IQAir

Dukung Pembentukan Majelis Kaum Betawi

Dalam forum tersebut, Pemuda Kaum Betawi juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai wadah kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat posisi masyarakat Betawi di masa mendatang.

Melalui MKB, berbagai program strategis akan dikembangkan, mulai dari pembentukan badan otonom di bidang kepemudaan, usaha, dan profesi, hingga pengembangan kaderisasi melalui Bale Digital, Bale Politik, Jakarta Inkubator Bisnis (Jakin), dan Talenta Jakarta yang berfokus pada peningkatan kompetensi generasi muda.

Kongres II Pemuda Kaum Betawi diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi Betawi yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di tengah pesatnya perkembangan Jakarta dan dinamika global. (Eff)

About The Author