‘Mengintip Sepotong Surga’, Kisah Pendakian Puncak Trikora Papua yang Penuh Tantangan
3 mins read

‘Mengintip Sepotong Surga’, Kisah Pendakian Puncak Trikora Papua yang Penuh Tantangan

VakansiInfo, Jakarta – Perjalanan menuju salah satu puncak tertinggi di Indonesia kini hadir dalam sebuah buku. Mengintip Sepotong Surga karya Juvensius atau Foxs Explore resmi diluncurkan di Alenia Papua Coffee & Kitchen Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Buku tersebut merekam perjalanan ekspedisi selama 10 hari menuju Puncak Trikora Papua yang dilakukan Juvensius pada 2024.

Peluncuran buku diisi dengan diskusi mengenai pengalaman ekspedisi sekaligus kekayaan alam Papua. Hadir sebagai narasumber Manajer Program Kehutanan Yayasan KEHATI Christian Natalie dan pemimpin ekspedisi Ruslan Budiarto, dengan moderator Harun Mahbub Billah.

Bagi Juvensius, perjalanan ke dunia pendakian bukan sesuatu yang sudah dikenalnya sejak kecil. Pria kelahiran Pemangkat, Kalimantan Barat, itu justru tumbuh di kawasan yang jauh dari gunung.

Rasa penasaran terhadap dunia pendakian muncul ketika ia berkunjung ke Gunung Bromo.

Pendakian pertamanya dilakukan ke Gunung Semeru pada 2018 dan berhasil mencapai puncak. Setelah itu, kecintaannya terhadap dunia pendakian semakin berkembang.

Lebih dari 20 gunung di dalam dan luar negeri telah dijelajahinya.

Ekspedisi Puncak Trikora menjadi pengalaman yang kemudian ia abadikan dalam bentuk buku. Persiapannya pun dilakukan serius, termasuk latihan fisik selama enam bulan sebelum keberangkatan.

“Untuk latihan fisik saya sudah siapkan enam bulan sebelum berangkat, karena saya tidak ingin merepotkan orang-orang di sana ketika pendakian,” kata Juvensius.

Buku tersebut membawa pembaca mengikuti perjalanan mulai dari Wamena, perjuangan mencapai puncak, hingga perjalanan turun dengan selamat.

Dilengkapi foto-foto ekspedisi dan menggunakan bahasa populer, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang tertarik dengan dunia pendakian.

Menariknya, buku Mengintip Sepotong Surga juga memiliki misi sosial. Sebagian hasil penjualannya akan disalurkan kepada Sahabat Kasih Pedalaman dan Yayasan Sisi Baik.

Menyimpan Pesona Alam Papua

Puncak Trikora atau Ettiakup memiliki ketinggian sekitar 4.751 mdpl. Kawasan tersebut berada di Papua Pegunungan dan termasuk zona inti Taman Nasional Lorentz.

Medan pendakian yang berat dan kondisi cuaca ekstrem membuat perjalanan menuju puncak membutuhkan persiapan matang.

Taman Nasional Lorentz sendiri dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Bentangnya membujur dari kawasan pegunungan hingga pesisir Laut Arafura.

Kawasan tersebut juga memiliki gletser di wilayah tropis.

Dalam diskusi peluncuran buku, Christian Natalie mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan alam Papua.

Menurutnya, kawasan hutan Papua memiliki keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem.

Namun, kekayaan tersebut menghadapi ancaman kerusakan.

“Hutan kita tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya.

Christian menilai buku Mengintip Sepotong Surga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.

Sementara itu, Ruslan Budiarto mengatakan kekayaan Papua bukan hanya terletak pada sumber daya mineral, tetapi juga pada bentang alam, flora, fauna, serta kearifan lokal.

Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi tanpa harus mengeksploitasi alam secara berlebihan.

“Tak perlu menyedot emas dari perut buminya,” katanya.

Bagi moderator Harun Mahbub Billah, buku ini menjadi catatan perjalanan sekaligus kampanye untuk menjaga Papua.

Ia berharap masyarakat tidak melupakan pentingnya menjaga kawasan hutan Papua sebagai salah satu benteng terakhir lingkungan Indonesia.

Buku Mengintip Sepotong Surga dapat diperoleh melalui bio link Instagram @Foxs.explore. (Eff)

About The Author