Dekranasda Manokwari Hadirkan Rumah Kaki Seribu di Kriyanusa 2026
2 mins read

Dekranasda Manokwari Hadirkan Rumah Kaki Seribu di Kriyanusa 2026

VakansiInfo, Jakarta – Dekranasda Kabupaten Manokwari membawa kekayaan budaya dan produk kerajinan lokal Papua Barat dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Ny. Febelina Indou, hadir bersama jajaran staf Dekranasda untuk memperkenalkan beragam produk kriya dan olahan UMKM khas Manokwari dalam ajang nasional yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.”

Salah satu identitas yang ditonjolkan dalam pameran tersebut adalah Rumah Kaki Seribu, rumah adat masyarakat Suku Arfak. Kehadiran miniatur rumah adat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan filosofi, identitas, serta kekayaan budaya Manokwari kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain Rumah Kaki Seribu, Dekranasda Manokwari membawa sejumlah produk kerajinan yang dibina dari perajin dan pelaku UMKM lokal.

Produk tersebut antara lain noken berbahan serat nanas dan kulit kayu, batik dengan motif khas Manokwari, berbagai jenis ukiran, miniatur Rumah Kaki Seribu, hingga kerajinan yang memanfaatkan rumput vetiver sebagai bahan baku.

Baca Juga  Kriyanusa 2026 Jadi Etalase Kerajinan Nusantara, Buka Peluang Perajin Masuk Pasar Global

Dekranasda Manokwari Hadirkan Rumah Kaki Seribu di Kriyanusa 2026

Sementara untuk produk olahan pangan, sejumlah produk lokal yang diperkenalkan di antaranya abon gulung, keripik sukun, serta Kopi Kwau.

Keikutsertaan Manokwari dalam Kriyanusa 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku UMKM.

Melalui pameran berskala nasional tersebut, Dekranasda Manokwari mendorong agar produk kriya berbasis budaya lokal semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu menjangkau pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Pengembangan industri kreatif juga diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal, termasuk pengolahan kerajinan dari rumput vetiver dan berbagai material yang tersedia di daerah.

Di sisi lain, penguatan fasilitas produksi menjadi bagian penting agar produk asli Manokwari memiliki kualitas dan daya saing yang semakin kuat.

Partisipasi dalam Kriyanusa 2026 di Jakarta sekaligus menjadi upaya Dekranasda Manokwari memperluas jejaring dan peluang pasar bagi produk lokal Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari.

Dengan menggabungkan kekayaan budaya, kreativitas perajin, serta pengembangan UMKM, produk khas Manokwari diharapkan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas. (Sam)

About The Author