Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, ESB Hadir di ALLFood Indonesia 2026: Teknologi F&B Jadi Solusi Bisnis Kuliner di Era Krisis
2 mins read

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, ESB Hadir di ALLFood Indonesia 2026: Teknologi F&B Jadi Solusi Bisnis Kuliner di Era Krisis

VakansiInfo, Tangerang – Ketidakpastian ekonomi global kembali menjadi tantangan besar bagi pelaku industri kuliner di Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah hingga penutupan Selat Hormuz membuat biaya operasional bisnis F&B ikut melonjak, mulai dari energi, logistik, hingga bahan baku.

Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha harus berpikir ulang tentang cara bertahan di tengah margin yang semakin tipis. Di saat inilah transformasi digital menjadi kebutuhan utama, bukan lagi pilihan.

Melihat situasi tersebut, PT Esensi Solusi Buana (ESB) hadir di ALLFood Indonesia 2026 yang digelar pada 15–18 April 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam ajang ini, ESB memperkenalkan konsep baru bertajuk “The Lean-Service Era”, yaitu pendekatan ekosistem teknologi terintegrasi untuk membantu bisnis kuliner tetap efisien, adaptif, dan mampu bertumbuh di tengah krisis.

Menurut Gunawan, Co-Founder & CEO ESB, kondisi ekonomi saat ini justru menjadi momen penting bagi pelaku usaha untuk beralih ke sistem yang lebih modern dan efisien. Ia menekankan bahwa setiap aspek operasional kini harus berbasis data dan minim kebocoran biaya.

ESB sendiri menghadirkan empat solusi utama dalam ekosistemnya. ESB POS membantu memantau transaksi secara real-time, ESB Core (ERP) mengelola stok dan operasional secara terintegrasi, ESB Order menyatukan semua kanal pemesanan dalam satu sistem, serta OLIN AI yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi bisnis berbasis data.

Keempat solusi ini dirancang untuk saling terhubung, sehingga pelaku usaha dapat mengontrol biaya, meningkatkan efisiensi, sekaligus menjaga profitabilitas di tengah tekanan ekonomi global.

Tak hanya itu, ESB juga berkolaborasi dengan IWARE sebagai mitra hardware untuk menghadirkan ekosistem teknologi F&B yang lebih lengkap. Kombinasi software dan perangkat keras ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha melakukan transformasi digital secara menyeluruh dengan investasi yang lebih efisien.

“Kami ingin membantu pelaku bisnis fokus pada pengembangan usaha dan kreativitas, sementara teknologi kami yang mengurus efisiensi operasionalnya,” ujar Gunawan.

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat mencoba langsung seluruh ekosistem ESB di booth G 07–08 Hall 8 ICE BSD, mulai dari sistem kasir, manajemen operasional, hingga analisis bisnis berbasis AI.

Di tengah ketidakpastian global, ESB menegaskan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi sudah menjadi partner strategis bagi masa depan industri kuliner Indonesia. (Eff)

About The Author