Forum Jurnalis Kesehatan Bahas Ancaman Retinopati Diabetik, Kemenkes Perkuat Kolaborasi Cegah Kebutaan
2 mins read

Forum Jurnalis Kesehatan Bahas Ancaman Retinopati Diabetik, Kemenkes Perkuat Kolaborasi Cegah Kebutaan

VakansiInfo, Jakarta – Retinopati diabetik (RD) menjadi salah satu komplikasi diabetes yang kini mendapat perhatian serius karena berpotensi menyebabkan kebutaan permanen apabila tidak terdeteksi sejak dini. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan RI, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Roche Indonesia memperkuat kolaborasi melalui pengembangan sistem skrining berbasis tele-oftalmologi.

Inisiatif tersebut menjadi pembahasan utama dalam Forum Jurnalis Kesehatan bertajuk “Strategi, Aksi, Kolaborasi Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik” yang digelar di Jakarta.

Indonesia saat ini termasuk lima negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi mata akibat diabetes yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa perlindungan pasien diabetes tidak cukup hanya melalui pengendalian gula darah, tetapi juga harus diikuti deteksi dini komplikasi.

Pemerintah, menurutnya, tengah mengintegrasikan layanan skrining retina ke fasilitas kesehatan primer agar masyarakat semakin mudah memperoleh pemeriksaan mata secara berkala.

Baca Juga  1 dari 10 Mahasiswa Pascasarjana UGM adalah Penerima Beasiswa LPDP, LPDP UGM Kembali Jadi Terbesar di Indonesia

Tele-Oftalmologi Perluas Akses Skrining Mata

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Konsorsium Diabetic Retinopathy Initiatives (DRIVE) yang melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan sektor industri.

Program ini mengembangkan layanan tele-oftalmologi dengan menempatkan kamera retina di puskesmas serta melatih dokter umum dan tenaga kesehatan untuk melakukan skrining awal.

Model tersebut diharapkan mampu menemukan kasus retinopati diabetik lebih cepat, terutama di wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis mata.

Diabetes dan Kebutaan Harus Dicegah Bersama

Ketua Umum PERKENI, Prof. dr. Em Yunir, mengingatkan bahwa diabetes yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari kerusakan mata hingga gagal ginjal.

Sementara itu, Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko dari UGM menilai retinopati diabetik masih kurang mendapat perhatian publik, padahal sebagian besar kasus kebutaan sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin.

Menurutnya, media memiliki peran penting meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunda skrining mata sejak terdiagnosis diabetes.

Dukungan Industri Perkuat Sistem Kesehatan

Roche Indonesia turut mendukung program tersebut melalui penyediaan dukungan riset dan penguatan sistem skrining serta rujukan pasien.

Baca Juga  Layanan Operasi Jantung Terbuka Kini Tersedia di 27 Provinsi, Ditargetkan Merata di Seluruh Indonesia pada 2026

Direktur Akses, Komunikasi, dan Penguatan Sistem Kesehatan Roche Indonesia, Lucia Erniawati, mengatakan inovasi kesehatan harus diiringi kemudahan akses layanan agar pasien memperoleh penanganan tepat waktu.

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, komunitas pasien, dan industri, upaya pencegahan kebutaan akibat retinopati diabetik diharapkan semakin efektif sekaligus memperkuat transformasi layanan kesehatan mata di Indonesia. (Mur)

About The Author