PBPI Pasang Target Besar! Galih Dimuntur Ingin Indonesia Tampil di Olimpiade 2032
3 mins read

PBPI Pasang Target Besar! Galih Dimuntur Ingin Indonesia Tampil di Olimpiade 2032

VakansiInfo, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI), Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan komitmennya membangun fondasi pembinaan atlet usia muda sebagai langkah menuju target besar Indonesia tampil kompetitif di Olimpiade 2032 apabila cabang olahraga padel resmi dipertandingkan.

Komitmen tersebut disampaikan Galih usai penutupan FIP Bronze Jakarta 2026 di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Turnamen internasional yang berlangsung pada 6–12 Juli 2026 itu menjadi salah satu ajang padel terbesar yang pernah digelar di Indonesia. Bersamaan dengan itu, FIP Promises menghadirkan sekitar 190 atlet muda dan lebih dari 100 peserta internasional dari 31 negara yang bertanding pada delapan kategori usia, mulai U-12 hingga U-18.

Penutupan turnamen turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, perwakilan KONI Pusat Tubagus Ade Lukman, jajaran PBPI, serta Jaume Campistol.

Fondasi Pembinaan Atlet Masa Depan

Menurut Galih, penyelenggaraan FIP Promises menjadi tonggak penting dalam sistem pembinaan nasional karena menjadi wadah memantau calon atlet terbaik Indonesia menuju berbagai kejuaraan internasional.

“Hari ini sangat spesial bagi PBPI. Kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atlet usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon pemain yang akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya,” ujar Galih.

Baca Juga  Padel Pakai Kebaya? Event Kartini di BSD Ini Bikin Heboh!

Ia menilai perkembangan padel Indonesia berlangsung sangat pesat, ditandai dengan meningkatnya jumlah atlet muda, bertambahnya akademi padel di berbagai daerah, hingga semakin banyaknya turnamen internasional yang dipercayakan kepada Indonesia.

Setelah sukses menggelar FIP di Yogyakarta dan Jakarta, Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah FIP Bronze di Banten dan Bali. Sementara untuk kategori FIP Promises akan digelar di Jakarta dan Bali, serta Youth Asia Cup pada November mendatang di Jakarta.

Seleksi Atlet Berbasis Ranking Nasional

Galih menjelaskan PBPI kini menerapkan sistem pembinaan berbasis peringkat nasional agar proses seleksi atlet menuju tim nasional berlangsung objektif melalui akumulasi poin dari berbagai kejuaraan resmi.

“Juara di satu turnamen memang mendapatkan poin besar, tetapi yang kami pilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas, hingga pelatnas. Prosesnya transparan dan objektif,” jelasnya.

Menurutnya, sistem tersebut disesuaikan dengan kebutuhan setiap kejuaraan internasional, baik nomor pasangan maupun beregu.

Liga Pro Padel ASEAN Siap Diluncurkan

Wakil Ketua Umum PBPI, Akash Nathani, menambahkan bahwa FIP Bronze Jakarta menjadi awal dari pembangunan ekosistem padel nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Padel Indonesia Naik Level, PBPI Perkuat Tim Nasional dan Pembinaan Atlet Muda

PBPI tengah menyiapkan Liga Pro Padel Indonesia, yang dijadwalkan bergulir bulan depan dan diklaim sebagai liga profesional padel pertama di kawasan ASEAN.

Selain itu, PBPI juga memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk membuka peluang beasiswa atlet serta memperbanyak penyelenggaraan turnamen internasional di berbagai daerah.

Optimistis Menuju Olimpiade 2032

Head of FIP Promises, Jaume Campistol, memberikan apresiasi terhadap perkembangan padel Indonesia yang dinilainya menjadi salah satu yang paling pesat di Asia.

Sementara itu, Galih menegaskan seluruh program PBPI diarahkan pada target jangka panjang, yakni membawa Indonesia tampil di Olimpiade 2032.

“Kalau target jangka panjang, tentu kami ingin lolos ke Olimpiade 2032. Karena itu kami harus mempersiapkan atlet sejak sekarang. Anak-anak yang saat ini berusia 14 hingga 18 tahun akan berada pada usia emas ketika Olimpiade berlangsung. Kami tidak boleh terlambat mempersiapkan mereka,” tegas Galih.

Dengan sistem pembinaan yang semakin terstruktur, kalender kompetisi internasional yang terus bertambah, dukungan pemerintah, serta kolaborasi dengan Federasi Padel Internasional (FIP), PBPI optimistis Indonesia mampu menjadi salah satu kekuatan baru padel di Asia sekaligus melahirkan atlet yang siap bersaing di panggung dunia. (Eff)

About The Author