
GP Qatar 2026 Memanas: Marc Márquez Kena Masalah Teknis, Veda Pratama Dihukum, Yamaha Mundur
VakansiInfo – Qatar Airways Grand Prix of Qatar 2026 langsung menghadirkan sejumlah drama sebelum balapan utama digelar. Sirkuit Internasional Lusail pada Jumat (6/11/2026) menjadi panggung bagi persaingan ketat, masalah teknis, penalti pembalap Indonesia, hingga keputusan Yamaha untuk tidak turun di kelas utama MotoGP.
Salah satu perhatian tertuju kepada Marc Márquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu sempat mengalami masalah ketika rantai motornya terlepas saat sesi Practice MotoGP. Namun, insiden tersebut tidak membuat performanya merosot. Dengan motor kedua, Marc mampu kembali ke lintasan dan mengakhiri Practice di posisi kedua.
Fabio Di Giannantonio justru menjadi pembalap tercepat. Rider Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu mencatat waktu 1 menit 50,406 detik sekaligus memecahkan rekor lap sepanjang masa di Lusail yang sebelumnya dipegang Marc Márquez dengan 1 menit 50,499 detik. Marc tertinggal 0,142 detik, sedangkan Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga.

Veda Pratama Cepat di Practice, tetapi Harus Terima Penalti Enam Grid
Kabar kurang menyenangkan datang dari pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia tersebut sebenarnya tampil kompetitif di Moto3.
Veda menempati posisi kelima dalam Practice dengan catatan waktu 2 menit 03,172 detik. Hasil tersebut membuatnya lolos langsung ke Q2. Maximo Quiles menjadi pembalap tercepat dengan waktu 2 menit 03,172 detik, disusul David Almansa dan David Muñoz.
Namun, performa tersebut dibayangi penalti enam posisi untuk balapan utama.
Veda dinilai tidak mematuhi sinyal bendera kuning di sektor Tikungan 11 ketika menjalani FP1. Berdasarkan keputusan FIM MotoGP Stewards Panel, pelanggaran tersebut membuat posisi start Veda pada balapan Minggu (8/11) harus mundur enam grid dari hasil kualifikasinya.
Penalti ini menjadi perhatian karena Veda datang ke Qatar dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih podium kedua di GP Malaysia. Selain itu, pelanggaran terhadap bendera kuning tersebut merupakan kali kedua bagi Veda sepanjang musim 2026.
Dengan kecepatan yang sudah ditunjukkan di Lusail, Veda tetap memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan. Namun, ia harus bekerja lebih keras karena hasil kualifikasinya nanti tidak akan langsung menentukan posisi start akhir.
Mario Suryo Aji Harus Berjuang dari Q1 Moto2
Sementara Veda berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2, situasi berbeda dialami Mario Suryo Aji di Moto2.
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu hanya menempati posisi ke-26 dalam Practice. Mario tertinggal 2,401 detik dari Dani Holgado yang menjadi pembalap tercepat dengan catatan 1 menit 55,897 detik.
Holgado juga mencetak rekor lap baru Moto2 di Lusail. Di belakangnya ada Filip Salac, sementara Izan Guevara berada di posisi ketiga dan Manuel Gonzalez di posisi keempat.
Hasil tersebut membuat Mario harus memulai perjuangannya dari Q1 pada Sabtu (7/11). Ia perlu menembus sesi pertama untuk mendapatkan kesempatan tampil di Q2 dan memperbaiki posisi start.
Yamaha Memilih Absen dari GP Qatar
Drama GP Qatar tidak hanya terjadi di lintasan. Yamaha mengambil keputusan besar dengan tidak berpartisipasi dalam seri Qatar 2026.
Yamaha menyatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan penilaian terhadap situasi di Timur Tengah. Pabrikan Jepang itu menilai belum ada alasan yang cukup kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan yang berlaku secara global.
Keputusan tersebut membuat Monster Energy Yamaha MotoGP dan Prima Pramac Yamaha MotoGP tidak tampil di Lusail. Empat pembalap yang terdampak adalah Fabio Quartararo, Álex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernández.
MotoGP menyatakan kecewa terhadap keputusan Yamaha. Penyelenggara menilai berbagai langkah keamanan telah dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah Qatar, Lusail International Circuit, serta penasihat keamanan independen.
MotoGP juga menyebut keputusan Yamaha memiliki konsekuensi kontraktual terhadap perjanjian dengan MotoGP dan IRTA. Sementara kemungkinan konsekuensi olahraga akan ditangani FIM sesuai regulasi kejuaraan.
GP Qatar Ditunda dari April ke November
GP Qatar 2026 sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada April. Namun, situasi geopolitik di Timur Tengah membuat MotoGP menunda seri tersebut hingga November.
MotoGP kemudian menetapkan Qatar sebagai seri yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Keputusan penjadwalan ulang dilakukan bersama FIM, promotor, dan otoritas Qatar dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta keberlangsungan kalender kejuaraan.
Kini, perhatian beralih ke sesi kualifikasi dan balapan utama.
Veda Pratama akan berusaha mempertahankan momentumnya meski harus menerima penalti enam grid. Mario Suryo Aji membutuhkan peningkatan performa setelah harus memulai kualifikasi dari Q1.
Di kelas utama, Marc Márquez masih menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan meski sempat mengalami masalah rantai. Fabio Di Giannantonio justru datang dengan modal rekor lap baru.
Di sisi lain, absennya empat pembalap Yamaha membuat komposisi persaingan MotoGP Qatar tahun ini berbeda dari biasanya.
GP Qatar 2026 pun sudah menghadirkan drama bahkan sebelum balapan utama dimulai: masalah teknis Ducati, penalti pembalap Indonesia, rekor baru Lusail, serta keputusan Yamaha untuk absen di tengah situasi geopolitik Timur Tengah. (Acil)



